(Bentuk Rasa Syukur)
Cijulang, (harapanrakyat.com),- Nelayan Pantai Batukaras Kec. Cijulang menggelar ritual pesta laut atau upacara yang sering disebut warga sebagai âhajat lautâ, Minggu (18/11). Upacara hajat laut merupakan bentuk pensucian pantai dan perahu atau dikenal dengan istilah “ngaruat”.
Ketua HImpunan Nelayan Seluruh Indoinesia (HNSI) wilayah Cijulang), Ucup, mengatakan, upacara hajat laut memiliki keunikan budaya yaitu dengan mengunakan sesajen seperti, nasi tumpeng, kemenyan, kelapa muda, ketupat, tangtang angin, rurujakan, kepala kerbau, bunga tujuh rupa, rokok, telur, bubur merah dan putih serta kopi.
Menurut dia, acara hajat laut bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi sector pariwisata Desa Batukaras. Alasannya, karena hajat laut bisa menjadi simbol kebudayaan Desa Batukaras. Pesta tersebut juga sengaja dipersiapkan dengan melibatkan seluruh warga Batukaras.
Pada acara ritual hajat laut, semua persembahan diarak di sepanjang pesisir pantai, kemudian para nelayan pergi ke tengah laut dengan perahu untuk melemparkannya ke tengah laut, kecuali nasi tumpeng.
Setelah itu, para nelayan kembali ke pantai dan membaca surat yaasin secara bersama-sama. Dilanjutkan, dengan makan nasi tumpeng bersama. Setelah ritual hajat laut selesai, warga Batukaras juga menggelar hiburan wayang golek semalam suntuk.
Lebih lanjut, Ucup menjelaskan, dengan ritual hajat laut, warga Batukaras diminta untuk menjaga, menghormati serta memelihara kehidupan hayati laut. Karena dari sana mayoritas warga Batukaras mendapatkan penghidupan.
âKegiatan hajat laut pantai Batukaras kali ini melibatkan sedikitnya 600 nelayan,â ungkapnya
Kepala UPTD Pariwisata wilayah Cijulang, Haryono, mengatakan, dalam kegiatan hajat laut yang digelar di kawasan wisata Batukaras ini, diadakan juga lomba hias perahu yang diikuti ratusan perahu.
Perahu dengan berbagai warna dan ornamen, serta berbagai umbul-umbul meramaikan suasana hajat laut. âAcara kali ini juga ditandai dengan pelepasan sesaji larug dan tabur bunga di tengah laut, sebagai penghormatan kepada nelayan yang tewas saat melaut,â pungkasnya. (ntang)