(Antisipasi Banjir Lahan Ciganjeng)
Padaherang, (harapanrakyat.com),- Bencana banjir yang selalu melanda area pesawahan seluas 350 hektar di Desa Ciganjeng Kec. Padaherang seringkali merugikan sektor pertanian wilayah setempat. Kerugian dari sektor ini, diperkirakan mencapai Rp. 1,5 milyar permusim.
Tidak hanya itu, ancaman gagal panen juga terus saja menghantui para petani. Padahal, jika sedang mujur, petani di Ciganjeng bisa memperoleh hasil panen sedikitnya sekitar 8,8 ton.
Persoalan yang seringkali dialami para petani Ciganjeng tersebut, menggugah kalangan muda tani, yang tergabung dalam Taruna Tani âMekar Bayuâ, dengan merumuskan penanaman padi secara terapung.
Ketua Taruna Tani Mekar Bayu, Tahmo Cahyono, Senin (12/11), mengatakan, ancaman banjir yang melanda area sawah Ciganjeng perlu dicarikan jalan keluar. Salah satunya dengan membuat area sawah padi apung.
Menurut Tahmo, Taruna Tani Mekar Bayu bekerjasama dengan Ikatan Petani Pengamat Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI), membuat suatu terobosan. Inovasi itu yakni merencakanan pola tanam SRI menggunakan media rakit.
Tahmo menuturkan, percobaan tersebut dilakukan di atas lahan seluas 100 bata, dengan rakit sebanyak 100 buah, dengan ukuran rakit 2 x 5 meter. Pola yang digunakan, yakni dengan menggunakan sabut kelapa, ditimpah tanah berpupuk organik, dengan ketebalan sekitar 5 sampi 6 centimeter.
âBenihnya sendiri sudah disiapkan, dan diuji oleh IPPHTI. Dan akan ditanam langsung di atas media tanamn di atas rakit,â ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Tahmo menambahkan, terobosan yang dilakukan Taruna Tani mekar Bayu dan IPPHTI tersebut, juga merupakan proyek percontohan tingkat propinsi dan nasional. Selain itu, juga sebagai upaya peningkatan swasembada beras, khususnya di wilayah DOB (daerah otonomi baru) Pangandaran. (madlani)