Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita Pangandaran168,6 km Jalan Kabupaten Pangandaran Rusak Parah

168,6 km Jalan Kabupaten Pangandaran Rusak Parah

Diky Haryanto Adjid

Sepanjang 182,4 km jalan kabupaten yang berada di wilayah Kabupaten Pangandaran kondisinya rusak. Kerusakan jalan yang kategori rusak ringan sepanjang 13, 8 km. Sedangkan kerusakan jalan yang kondisinya rusak berat sepanjang 168,6 km. Dari data statistik yang diperoleh HR dari Dinas Binamarga, SDA dan ESDM Ciamis, menunjukan bahwa kecamatan di wilayah Kabupaten Pangandaran mayoritas menduduki peringkat tertinggi angka kerusakan jalan.

Data kerusakan jalan sepanjang 182,4 km tersebut, hanya jumlah 8 kecamatan yang berada di Kabupaten Pangandaran. Sementara Kecamatan Mangunjaya dan Sidamulih, belum termasuk dalam perhitungan tersebut. Dinas Binamarga beralasan, dua kecamatan tersebut tidak terdata, karena belum memiliki nomor ruas jalan.

Angka yang dihitung oleh Dinas Binamarga, tampaknya belum mencerminkan fakta sebenarnya di lapangan. Jika kita berkeliling di wilayah Kabupaten Pangandaran, pastinya bakal banyak menjumpai jalan yang kondisinya rusak. Mayoritas jalan yang rusak itu adalah jalan yang dikelola oleh Kabupaten Ciamis.

Sementara jalan yang kondisinya baik, di wilayah Kabupaten Pangandaran, berdasarkan perhitungan Dinas Binamarga, hanya sepanjang 57,6 km. Sedangkan panjang jalan kabupaten yang berada di wilayah itu sepanjang 278,8 km. Perhitungan itu pun hanya berdasarkan 8 kecamatan yang berada di kabupaten baru tersebut.

Gejolak unjuk rasa menuntut perbaikan jalan dari warga di wilayah selatan Ciamis ini pun semakin meningkat, selama tahun 2012. Bahkan, warga Kecamatan Cigugur dan Kecamatan Langkaplancar melakukan unjuk rasa besar-besaran ke Gedung DPRD Ciamis.

Dalam kebijakan politik anggaran, Pemkab Ciamis berpijak kepada  Surat Keputusan Dirjen Bina Marga Nomor 77 Tahun 1990 tentang petunjuk teknis perencanaan jalan kabupaten serta Peraturan Menteri PU lainnya. Dalam SK tersebut tersirat bahwa perencanan pembangunan jalan harus berpijak kepada alasan strategis dan potensi ekonomi.

Adanya aturan tersebut, yang membuat jalan di wilayah Kabupaten Pangandaran kerap tidak mendapat prioritas penganggaran untuk perbaikan. Karena, jika dilihat dari alasan strategis dan ekonomis, lebih potensi memperbaiki jalan di wilayah Ciamis Utara, karena memenuhi alasan tersebut.  Akhirnya, muncul dikotomi Ciamis Utara dan Ciamis Selatan. Warga Ciamis Selatan merasa dianaktirikan, karena mengganggap bandul anggaran untuk perbaikan insfrastruktur lebih condong ke wilayah Ciamis Utara.

Alasan diskriminasi dalam pengganggaran inilah yang mendorong warga Ciamis Selatan ingin berpisah dari Kabupaten Ciamis. Mereka bersikeras ingin  membentuk kabupaten sendiri, agar fasilitas infrastruktur di wilayahnya, bisa diperhatikan.

Data statistik dari Dinas Binamarga pun memang menunjukan demikian. Dari 36 kecamatan yang berada di Kabupaten Ciamis, menunjukan bahwa kecamatan di wilayah Kabupaten Pangandaran yang tinggi angka kerusakaannya. Paling tinggi yakni Kecamatan Langkaplancar, disusul Kecamatan Cigugur dan Kecamatan Pangandaran. Sementara kecamatan yang paling minim angka kerusakan jalan, dominan berada di Ciamis Utara, yakni Kecamatan Cikoneng, disusul Kecamatan Panumbangan dan Kecamatan Kawali.

Jika kondisi jalan di Ciamis Utara lebih baik, memang sangat beralasan. Pertama, di wilayah itu panjang jalan kabupaten-nya tidak sepanjang yang berada di kecamatan yang berada di wilayah Ciamis Selatan atau Kabupaten Pangandaran. Seperti di Kecamatan Cikoneng, panjang jalan kabupaten hanya sepanjang 8 km. Sementara Kecamatan Langkaplancar panjang jalan kabupaten-nya, sepanjang 87,4 km.  Selain memilki panjang jalan yang minim, Wilayah utara pun diuntungkan oleh alasan strategis dan ekonomis.

Ketua Presidum Pembentukan Kabupaten Pangandaran, Supratman, B.Sc, pun mengakui bahwa awal mula muncul gagasan untuk membentuk Kabupaten Pangandaran, berawal dari persoalan infrastruktur di Ciamis Selatan yang kondisinya sangat memprihatinkan.

“ Kita pun waktu itu paham, bahwa tidak mungkin Pemkab Ciamis bisa cepat memperbaiki jalan kabupaten yang begitu luas. Disamping itu kondisi anggaran yang dimiliki Pemkab Ciamis tidak memungkinkan untuk bisa membereskan secara cepat. Maka solusi terakhir waktu itu adalah pemekaran wilayah,” katanya, kepada HR, pekan lalu.

Menurut Supratman, dengan banyaknya ruas jalan yang mengalami kerusakan di wilayah Kabupaten Pangandaran, tentunya merupakan tantangan bagi pemerintahan baru di Kabupaten Pangandaran. “ Ini merupakan tantangan bagi Bupati definitif yang terpilih nanti. Karena pemekaran wilayah ini harus menghasilkan perbaikan dari sebelumnya, “ katanya.

Hal yang sama pun diungkapkan Ketua DPRD Ciamis, H. Asep Roni. Menurutnya, pemekaran daerah adalah solusi untuk mempercepat pembangunan. Karena, di saat PAD Kabupaten Ciamis minim, dan dana pembangunan masih bergantung kepada bantuan pemerintah pusat, tentunya akan selalu kerepotan Pemkab Ciamis dalam  mempercepat penuntasan pembangunan, “ ujarnya, kepada HR, Senin (12/11).

Dengan adanya pemekaran wilayah di Ciamis Selatan, lanjut Asep, diharapkan bisa mempercepat pembangunan di kabupaten baru, begitu juga pembangunan di kabupaten induk. “ Setelah Pangandaran lepas, tentunya alokasi bantuan dari pusat akan menjadi 2, satu ke Pangandaran dan satu lagi ke Ciamis. Dengan begitu, mudah-mudahan bisa mempercepat program pembangunan di dua daerah tersebut, “ pungkasnya. ***

Hujan Meteor Lyrid 2025, Fenomena Langit Spektakuler di Bulan April

Hujan Meteor Lyrid 2025, Fenomena Langit Spektakuler di Bulan April

Setiap tahun, langit malam bulan April dihiasi oleh salah satu fenomena alam yang paling dinanti, yaitu hujan meteor Lyrid 2025. Hujan meteor ini berasal...
gebrakan 100 hari kerja

Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Menanti Gebrakan 100 Hari Kerja Viman-Dicky

harapanrakyat.com,- Tokoh masyarakat menanti gebrakan 100 hari kerja Viman Alfarizi Ramadah-Diky Chandra, Walikota - Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Apalagi sejak dilantik sampai saat ini...
Objek wisata di Kota Banjar sepi pengunjung

Aktivis Prihatin Kota Banjar Sepi Wisatawan saat Libur Lebaran, Anggap Pemkot Gagal 

harapanrakyat.com,- Aktivis GMNI Kota Banjar, Jawa Barat, prihatin dengan kondisi sepinya wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Banjar saat momen libur lebaran...
Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...