Parigi, (harapanrakyat.com),- Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran bersama Aliansi Pengusaha Kayu Albasia (APKA), menggelar acara silaturahmi dalam rangka menyongsong kelahiran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kab. Pangandaran, di Kecamatan Parigi, Senin (8/10).
Selain Presedium dan Pengusaha Kayu, acara tersebut juga dihadiri sekitar 750 warga dari wilayah Ciamis selatan, tokoh masyarakat, para Camat, para Kepala Desa, dan Wakil Bupati H. Iing S. Arifin.
Dalam kesempatan itu, Ketua Presedium, H. Supratman, BSC, SAP, mengaku sangat menyambut baik niat para pengusaha kayu yang tergabung dalam APKA, untuk menyongsong Kab. Pangandaran.
Menurut Supratman, pihaknya bersama APKA akan menjalin kemitraan dalam membangun daerah melalui peningkatan potensi ekonomi. Salah satunya dengan melakukan pembinaan kepada para pengusaha kayu yang ada di daerah-daerah.
Komisaris BKL Group Bidang Pembinaan Kemitraan, K.H. Miftah Fauzi, mengatakan, bahan baku kayu yang diperdagangkan BKL banyak berasal dari pengusaha kayu di wilayah Ciamis selatan.
Menurut Miftah, perlu dilakukan pembinaan secara serius terhadap para pengelola penggergajian, agar mereka bisa meningkatkan kualitas produksi, salah satunya dengan memberikan bantuan mesin kepada mitra BKL.
Senada dengan itu, H. jajang, pengusaha kayu, mengaku sangat merasakan nilai positif dari jalinan kemitraan tersebut. Dia juga menilai, pembinaan kepada pengelola penggergajian dapat membantu meningkatkan kualitas produksi, dan pendapatan masyarakat.
Pengusaha lainnya, Drs H. Ukardi asal Desa Cibenda Parigi, mengutarakan, agar Pemerintah berkomitmen, untuk memberikan perhatian terhadap pelaku usaha di bidang perkayuan. Karena dia juga menilai, sektor tersebut berpotensi untuk menjadi sumber pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pada kesempatan yang sama, Wabup Ciamis, H. Iing S Arifin, mengatakan, Pangandaran harus lebih siap dalam menyambut pemerintahan baru. Dia juga menyebutkan, agar pengusaha kayu harus mendapat apresiasi dalam mengelola potensi usaha kayu di wilayah Ciamis selatan. (Madlani/Andri)