Banjar, (harapanrakyat.com),- Setelah melalui pemeriksaan medis di RSUD Kota Banjar, akhirnya bayi perempuan yang sempat dua hari hilang akibat diculik oleh perawat gadungan, kini telah dikembalikan ke pangkuan kedua orang tuanya, Oom Komariah dan Adang.
Berita Acara Perkara (BAP) serah terima titip bayi tersebut disaksikan langsung oleh Walikota Banjar, DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM., dan Kapolresta Banjar, AKBP. Sambodo Purnomo Yogo, beserta keluarga korban, bertempat di kelas III ruang Teratai II RSUD Banjar, Selasa (18/9).
Bayi yang kemudian diberi nama Siti Khodijah oleh Walikota Banjar, dan langsung disetujui orang tuanya ini memiliki tanda kelahiran yang menjadi dugaan kuat pihak kepolisian sebagai bayi korban penculikan.
Pasalnya, pada bagian tali pusar bayi masih dililit ring karet yang merupakan ciri khas tanda bayi lahir di RSUD Banjar. Hal itu membuat pihak kepolisian merasa perlu menitipkan sang bayi kepada ibunya untuk diberikan perawatan dan ASI yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan sang bayi, sampai hasil tes DNA yang sedang dilakukan tim Indonesia Automatic Fingerprint and identification system (Inafis) Polda Jabar ,keluar dalam masa 14 hari setelah tes dilakukan.
Setelah Siti Khodijah dipastikan dalam keadaan sehat, akhirnya pihak rumah sakit memperbolehkan keluarganya membawa pulang ke rumahnya, dengan catatan melakukan chek up setelah 5 hari kedepan.
Dalam kesempatan itu, Walikota Banjar memberikan santunan kepada keluarga dengan memberikan sejumlah bantuan untuk melaksanakan syukuran atas keselamatan Siti Khodijah.
âIni adalah rahmat dari Alloh, dimana bayi Siti Khodijah berhasil diselamatkan dan kembali ke pangkuan ibunya. Mohon untuk tidak disia-siakan, dan saya berharap kelak dia menjadi seorang pengusaha yang bisa mengangkat derajat orang tuanya,â kata Herman. (Eva)