Banjar, (harapanrakyat.com).- Hampir sepekan, seluruh sekolah tingkat sekolah dasar (SD) di Kota Banjar serempak mengadakan pemutaran film dengan genre perjuangan nasional. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama antara Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Banjar, Kepala Sekolah tingkat SD se-Kota Banjar, dan para pejuang 45 yang tergabung dalam Veteran Kota Bandung.
Menurut Sudaryat, S.Pd., salah satu Kepala SDN di Kec. Pataruman, bahwa pemutaran film bergenre perjuangan nasional sangat baik untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan patriotisme siswa.
“Kami berharap, setelah penayangan film tersebut para siswa dapat memaknai kemerdekaan yang telah dicapai, karena sekarang ini merupakan hasil dari perjuangan para pahlawan. Coba saja kita lihat, rata-rata generasi sekarang sepertinya rasa nasionalismenya sudah mulai luntur. Buktinya disuruh menyanyikan lagu nasional mereka banyak yang tidak hafal,” kata Sudaryat, disela-sela kegiatan, Kamis (6/9).
Sementara itu Iwan, petugas operator dari Bandung yang menyiapkan penayangan film-film tersebut, mengaku, kegiatan ini tidak hanya berlangsung di Kota Banjar saja, namun juga di beberapa kabupaten/kota yang ada di Prov. Jabar.
“Sebanyak 15 operator bertugas di lapangan dengan target pemutaran film di kabupaten maupun kota yang ada di Jawa Barat. Sebelum melaksanakan kegiatan, terlebih dahulu kami meminta izin kepada Dinas Pendidikan Provinsi. Dengan dibekali surat ijin oleh dinas sehingga kegiatan bukan kegiatan ilegal,” ucapnya.
Lanjut Iwan, dalam setiap penayangannya film dengan durasi 2,5 jam, pihaknya mematok harga sebesar Rp.4.000. Namun, bila ada sekolah yang menolak, maka pihaknya tidak akan memaksa untuk memutar film di sekolah tersebut.
Iwan mengakui, kegiatan pemutaran film bergenre perjuangan di sekolah dasar memang tidak pernah menemui kendala. Bahkan, respon dari pihak sekolah maupun para siswa sangat baik.
Rata-rata pihak sekolah merasa bangga karena bisa menayangkan film perjuangan kepada para anak didiknya. Begitupula sebaliknya anak-anak sangat senang dengan proses belajar sejarah melalui cara seperti itu. (HND)