(Gara-gara Perahu Nelayan Berlabuh Sembarangan)
Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pesisir Pantai Barat Objek Wisata Pangandaran dikotori sampah dan ceceran minyak (bahan bakar) dari perahu nelayan. Hal itu terjadi lantaran kawasan Pantai Barat belakangan ini dijadikan pelabuhan sementara oleh nelayan setempat.
Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Pengandaran, Dodo Taryana, Minggu lalu, mengatakan, banyaknya perahu nelayan yang bersandar di Pantai Barat diakibatkan adanya perubahan arah angin, yakni dari angin barat menjadi angin timur.
âSudah kebiasaan nelayan setempat! Ketika angin barat datang, mereka pasti memindahkan perahu ke Pantai Timur. Begitu juga sebaliknya, ketika ada angin timur mereka memindahkan perahu ke Pantai Barat,â katanya.
Dodo mengutarakan, pengalihan perahu dari Pantai Timur ke Pantai Barat, menimbulkan masalah. Seperti halnya yang terjadi sekarang, adanya tumpahan minyak dan juga sampah. Akibatnya, kondisi pantai Pantai Barat terlihat kurang bagus.
Tokoh Pemuda Pangandaran, Andis Sose, mengatakan, akibat banyaknya jumlah perahu yang bersandar, disertai ceceran bahan bakar, membuat kawasan Pantai Barat menjadi tidak nyaman. Padahal, kata dia, kawasan Pantai Barat merupakan tujuan utama para turis.
Selain itu, keberadaan perahu-perahu nelayan tersebut mempersempit areal untuk wisatawan. Ironisnya lagi, aktifitas pemindahan perahu itu sudah berlangsung lama, dan dilakukan nelayan setiap kali terjadi pergantian arah angin.
âPersoalan ini terus ada, selama aktiftas parkir perahu belum ditertibkan. Untuk itu, kami bersama HNSI akan terus mengupayakan penertiban perahu nelayan, agar tidak lagi mengotori pantai, dan mengganggu kenyamanan wisatawan,â ungkapnya.
Penyelesaian PPI Cikidang Bisa Jadi Solusi
Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kab. Ciamis, Tudi Hermanto, mengutarakan, bahwa persoalan tersebut merupakan masalah yang harus diselesaikan oleh bersama.
Menurut Tudi, semua pihak tidak bisa saling menuding, soalnya penyebab perpindahan perahu dari Pantai Timur ke Pantai Barat disebabkan oleh kejadian alam yang tidak bisa dihindari.
Justru, kata dia, solusi yang tepat untuk mengatasi keadaan itu yakni percepatan pengerjaan pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang. Tudi menjelaskan, fasilitas yang sudah mulai dibangun sejak beberapa tahun lalu itu, sampai saat ini belum tuntas dikerjakan.
âKunci solusinya adalah, PPI Cikidang harus segera diselesaikan. Dengan begitu, perahu nelayan bisa berlabuh di tempat tersebut. Tentunya, para nelayan juga harus mentaati ketentuan yang nantinya diberlakukan,â ungkapnya.
Dia juga menambahkan, tumpahan minyak yang terjadi di kawasan Pantai Barat kemungkinan berasal dari perahu nelayan asal Cilacap. Sebab, perahu nelayan Cilacap berkuruan besar, dibandingkan dengan perahu nelayan Pangandaran. (es)