Banjar, (harapanrakyat.com),- Setiap kali datang hujan besar, area pesawahan di Mulyasari dan Panatasan sering terendam banjir, sehingga pada musim tanam saat ini para petani terpaksa harus melakukan penanaman padi sampai dua kali tanam.
Menurut Rakim, salah satu petani penggarap di komplek pesawahan Panatasan, mengatakan, banjir yang menggenangi hamparan sawah di kedua wilayah tersebut akibat dangkalnya saluran pembuangan.
âPada saat hujan lebat, air yang masuk ke area pesawahan sangat banyak, tetapi apur yang dijadikan pembuangan tidak mampu menampung air dengan volume besar, akhirnya lahan sawah pun menjadi banjir,â kata Rakim.
Tentu saja masalah tersebut sangat merugikan para petani, karena pada musim tanam sekarang ini ada sebagian petani yang sudah menanam padi dua kali. Itu berarti biaya yang dikeluarkan juga bertambah.
Keluhan serupa juga diungkapkan Suyanto, petani penggarap di pesawahan Mulyasari. Menurut dia, sebetulnya pada tahun 2008 pemerintah sudah mengupayakan melakukan pengerukan di apur tersebut.
Namun, di salah satu saluran apur terdapat sebuah pipa milik Pertamina, sehingga pengerukan pun tidak dapat dilakukan. âMeski demikian, kami berharap pemerintah mengupayakan pengerukan kembali agar lahan pesawahan tersebut tidak lagi kebanjiran,â harap Suyanto. (PRA)