(Booming Perumahan, Ragam Fasilitas Ditawarkan)
Oleh : Dicky Haryanto Adjid
Meningkatnya kelas menengah di kota Ciamis, semakin terasa dengan maraknya pembangunan perumahan berbagai type. Masyarakat urban banyak yang kembali pulang kampung, meninggalkan kota besar setelah sekian lama hidup di kota besar dengan persaingan pola hidup yang keras dan semakin banyak permasalahan. Terutama gaya hidup yang serba mahal, untuk mencari ketenangan kaum urban tak sedikit kembali ke kampung halaman. Seperti ke Kota Ciamis, yang lambat tapi pasti Kabupaten Ciamis akan muncul menjadi sebuah kota yang ramai.
Dengan semakin terus bertambahnya golongan kelas menengah, dan atas akan berdatangan ke Ciamis untuk menetap. Kompetisi kemajuan sebuah kota di ibu kota Kabupaten, menjadi tuntutan yang tak terelakan. Satu dengan yang lainnya berikhtiar untuk menaikan daya tarik dan daya jual dalam segala hal. Masing-masing kabupaten/kota, berusaha untuk mengolah, mengembangkan serta menawarkan segala bentuk potensi, sumber daya alam dan sumber daya manusia kepada publik.
***
Booming perumahan sudah terjadi di kota yang dijuluki Kota Pensiun ini. Puluhan pengembang dari berbagai kelompok seolah tak mau ketinggalan membangun, ada yang lewat PT, ada perseorangan.
Berbagai lahan perkotaan Ciamis, mulai dari Sindangkasih, Cikoneng, Imbanegara, Kota Ciamis sendiri Baregbeg bahkan Cijeunjing sudah bercokol bangunan perumahan yang menawarkan berbagai type, berbabagai fasilitas, dan berbagai harga, tak ketinggalan berbagai konsep mulai dari perumahan menengah, Green Properti hingga Town House. Pemkab harus selektif memberi izin, konsumenpun harus selektif memilih perumahan.
Fasilitas PJU, PLN , PDAM, Satpam hal yang lumrah ditawarkan. Pembaruan layanan para pengembang menawarkan taman, ruko, sarana olahraga. Pengembang besar dengan kapasitas ratusan unit rumah sudah pasti memberikan layanan wajib berupa Fasos (Fasilitas sosial) seperti rumah ibadah sarana olahraga dan Fasum (Fasilitas Umum) seperti sarana pendidikan.
âKami coba menawarkan konsep hijau alias green property, karena kami ada di perkotaan, kami membuat taman di perumahan,â ungkap Irfan seorang marketing Perumahan Panorama Hijau Cluster, Sindangrasa, Ciamis.
Kehiruk pikukan kota, imbuh Irfan, menjadikan pihaknya untuk membangun perumahan yang ramah lingkungan.
âRamah lingkungan jadi tema perumahan kami, supaya ada kesegaran para penghuninya kelak,â imbuhnya.
Ada juga pengembang yang mau membuat ruko di pelataran perumahannya, seperti Graha Sindangkasih, dan Puri Graden Asri Cijantung. Atau ada juga perumahan Bumi Arafah Residence, yang membangun fasilitas futsal di sekitar area masuk perumahannya.
âBagi kami dalam membangun satu perumahan harus membuat layanan plus pada konsumen, selain taman, ruko pun kami tawarkan selain kewajiban membangun Fasos dan Fasum,â ungkap H. Oting, pengembang perumahan Jati Indah.
Seorang alumni Urban Management dari Roterdam Universiteit, Belanda, Mia Wastuti, mengatakan, bahwa perumahan harus mempunyai fungsi sosial selain lokasi bangunannya harus sesuai ketentuan RTRW.
âLebih jauh Pemkab harus selektif memberikan izin kepada pengembang, jangan sampai ada pengembang membangun perumahannya dulu, izin ditempuh belakangan. Satpol PP harus sensitif menegakkan aturan. Intinya ketentuan. Dan konsumenpun harus cerdas memilih perumahan yang baik,â paparnya.
Dihubungi terpisah, akademisi dari Fakultas Ekonomi Unigal, Sukomo, SE, MSc., mengatakan, bahwa booming perumahan di Kabupaten Ciamis membawa dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat Ciamis.
âDari sisi mikronya pembelian perumahan meningkat, dan kredit perbankan terhadap perumahan meningkat, artinya permintaan barang dan jasa meningkat,â pungkasnya. ***