Banjar, (harapanrakyat.com),- Setelah munculnya dugaan penyimpangan speksifikasi bantuan benih ikan gurame pada program Padat Karya Produktif (PKP) di Dinsosnaker kota Banjar, akibat lemahnya koordinasi antar OPD terkait.
Kini, intansi tersebut kembali dipertanyakan mengenai rencana pembukaan Balai Latihan Kerja (BLK), yang mana sedianya balai tersebut akan dijadikan pusat program pelatihan, termasuk pelatihan bagi para calon pencaker (Pencari Kerja).
Akan tetapi, program yang seharusnya direncanakan berjalan pada tahun 2012 ini ternyata sudah dipastikan akan tertunda. Pasalnya, hingga saat ini lokasi bagi BLK belum jelas. Sementara, sarana dan prasarana pendukung penyelenggaraan pelatihan sudah tersedia, dan kini teronggok di gudang kantor Dinsosnaker, tanpa memiliki arti sedikitpun.
Peralatan sarana dan prasarana itu terdiri dari, dua unit sepeda motor untuk keterampilan otomotif, freezer untuk tata boga, peralatan salon dan kelengkapan lainnya.
Semula pihak Dinsosnaker merencanakan tempat bagi BLK di kawasan perkantoran Cikadu, yang kini ditempati Kantor BKPPD (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah).
Akan tetapi, rencana itu terganjal akibat kawasan perkantoran tersebut masih merupakan asset dari pihak Pemprov Jabar. Dan jika akan ditempati untuk BLK, maka otomatis perkantoran tersebut harus dilakukan renovasi terlebih dahulu, disesuaikan dengan kebutuhan peralatan pelatihan.
Sementara kawasan perkantoran tersebut masih merupakan asset pihak Pemprov Jabar, jadi tidak mungkin melakukan rehab atau pembangunan dimilik asset diluar Pemerintah kota Banjar.
Lagi-lagi, pihak Dinsosnaker terkesan asal-asalan dalam menyelenggarakan sebuah kegiatan kinerja mereka. Selain minimnya koordinasi dengan OPD lain, Dinsosnaker kini terkesan lemah dalam perencanaan kegiatan kerja.
Beberapa sumber HR memastikan, seharusnya pihak Dinsosnaker terlebih dahulu mempersiapkan lokasi bagi pembangunan BLK, atau berbarengan dengan persiapan penyediaan peralatan pelatihan.
Sumber lain HR pun memastikan, bahwa BLK yang kini telah tersedia peralatan sarana dan prasarananya tidak dapat berjalan dalam waktu dekat. Bahkan, hingga akhir tahun 2012 ini.
Faktor krusialnya yaitu tidak terpikirnya tempat bagi penyelenggaraan BLK. Sementara, bila pada tahun ini pihak Dinsosnaker mengajukan anggaran bagi pembelian lokasi dan pembangunan, sudah dipastikan akan menemui kendala.
Jadi, harapan bahwa BLK akan mampu membuat warga kota Banjar memiliki kemampuan dan keterampilan sebagai bekal keahlian untuk para pencari kerja. Keinginan tersebut rupanya harus ditahan dulu, hinggga kejelasan lokasi BLK telah memiliki ketetapan. Dan itu merupakan pekerjaan rumah terbesar bagi pemangku kebijakan yang baru kemarin dilantik. Selamat bekerja keras Pak Kadis!. (SBH)