Parigi, (harapanrakyat.com),- Warga Desa Karangbenda Kec. Parigi Kab. Ciamis masih membutuhkan dana tambahan untuk mendanai pembangunan saluran pengairan, di Blok Cidahu yang menghubungkan Blok Karangkepel.
Kaur Ekbang Desa Karangbenda, Aonudin (46), Sabtu (29/1), membenarkan, biaya pembanguna saluran air di wilayahnya masih kurang, dari total Rp. 195 juta yang dibutuhkan. Meski begitu, dia bersyukur, kelompok tani (Koptan) di wilayahnya mau berpartisipasi dalam pembangunan.
Aonudin mengatakan, pihaknya belum mampu mendanai sendiri saluran air pertanian hingga tembus ke areal pesawahan desa tetangga, mengingat modal biaya yang cukup besar. Dia menargetkan, pada tahun 2012 ini, saluran pengairan sawah harus selesai dibangun.
âPetani Desa Karang Benda yang tergabung dalam Koptan sangat antusias dan semangat bergotong royongnya membangunnya,â ungkapnya.
Kepada HR, Aonudin mengungkapkan harapannya, agar Pemerintah tingkat kabupaten dan Propinsi, melalui Dinas Pertanian, meninjau langsung ke lapangan, untuk menaksir kebutuhan penyelesaian pembangunan saluran yang didambakan warga/ petani.
Sementara itu, Kades Karangbenda, Ir. Aris, Sabtu (29/1), mengatakan, pihaknya mendapat kucuran bantuan melalui Dana Aspirasi Dewan, sebesar Rp 55 juta, untuk pembangunan saluran pengairan, dan penambalan saluran rusak.
Menurut Aris, areal pesawahan yang terletak di Dusun Bojong Malang mencapai 18 hektar, merupakan penghasil padi unggulan untuk wilayah Kec. Parigi. Meskipun, kondisinya masih mengandalkan air hujan.
Di tempat yang sama, Ahmad (60), mantan Kades Karang Benda, mengatakan, areal persawahan di wilayah Desa Karang Benda memiliki 2 sumber mata air. Keduanya mampu menyimpan debit air yang cukup besar, lokasinya ada di Blok Karangkepel dan blok Cijeruk Gua Kenanga.
Ahmad berharap, Pemkab. Ciamis dan Propinsi menujukkan kepedulian, terhadap kondisi pertanian di wilayah Desa Karangbenda, dengan membangun sarana dan prasaran penunjang pertanian, salah satunya pengadaan saluran air. (Ukan)