Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Setelah mendapat protes dari nelayan Pangandaran dan ormas Gabungan Anak Selatan (GAS), akhirnya PT. Area Bangun Putra Sejati, rekanan yang mengerjakan pembangunan breakwater di sisi timur PPI Cikidang Pangandaran, mengakui adanya kesalahan kontruksi dalam pembangunan breakwater tersebut. Pihak rekanan pun berjanji akan segera memperbaiki.
Sebelumnya, puluhan nelayan Pangandaran dan Ormas GAS, Senin (1/1) mendatangi proyek breakwater PPI Cikidang yang dibiayai Pemprov Jabar senilai Rp. 4,5 milyar. Mereka menganggap bahwa proyek yang baru rampung akhir tahun lalu itu, dikerjakan asal-asalan. Dan mereka pun kesal karena sulit bertemu dengan pihak rekanan untuk menegur agar memperbaiki kesalahan proyek tersebut.
Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ciamis, Sutriaman, mengatakan, setelah muncul protes dari element masyarakat Pangandaran terkait proyek breakwater itu, pihaknya bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jabar, langsung menyikapi aspirasi masyarakat tersebut.
“Kita langsung memfasilitasi masyarakat dengan pihak rekanan agar bertemu dan duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini. Hasil pertemuan itu, akhirnya pihak rekanan mengakui lalai dan bersedia melakukan perbaikan,” terangnya, ketika dihubungi HR via telepon selulernya, Selasa malam (3/1).
Meski proyek itu sudah tuntas, sambung Sutriaman, namun saat ini masih dalam tahap kalender pemeliharaan. “Jadi, masih bisa diperbaiki oleh rekanan. Dan pihak rekanan pun bersedia akan segera memperbaiki,” imbuhnya.
Menurut Sutriaman, pertemuan antara pihak rekanan dengan masyarakat Pangandaran, langsung dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Jabar, Ir. Hadiana. Dari pihak perwakilan masyarakat pun, tampak hadir perwakilan HNSI dan perwakilan Ormas serta tokoh masyarakat Pangandaran lainnya.
“Pada pertemuan itu pun hadir Direktur PT. Area Bangun Putra Sejati, Pak Pupung. Dihadapan masyarakat, Pak Pupung meminta maaf dan mengaku telah lalai tidak melakukan pengawasan langsung ke lapangan. Dia hanya mendapat laporan saja dari staf pelaksananya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Anak Selatan (GAS), Nanang, mengatakan pihaknya kerap menerima keluhan dari warga terkait pembangunan proyek breakwater di PPI Cikidang yang terkesan dikerjakan asal-asalan. “Apalagi proyek ini nilainya milyaran rupiah. Makanya kita meminta agar pihak rekanan segera memperbaiki bangunan breakwater sesuai dengan spek yang telah ditentukan,” tegasnya, Senin (2/1).
Hal serupa dikatakan Tokoh Masyarakat Pangandaran, Yusuf. Dia mengatakan gerakan yang dilakukan warga bersama GAS murni gerakan moral sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan program pemerintah.
“Setelah kita cek ke lokasi, ternyata ada beberapa kontruksi bangunan yang tidak sesuai dengan spek yang ditentukan. Makanya, setelah melakukan pengecekan, kita akan meminta pihak rekanan agar segera memperbaiki,” ujarnya, Senin (2/1). (Bgj)