Ciamis, (harapanrakyat.com),- Badan Ketahanan Pangan (BKP) akan melakukan kordinasi dengan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kab. Ciamis, dalam rangka pengawasan keamanan konsumsi sayuran dan buah impor.
Hal itu disampaikan Kepala BKP Kab. Ciamis, Ir. Adi Nugraha, Jum’at (28/10), di ruang kerjanya. Menurut Adi, upaya kordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari sosialisasi kemanan mengkonsumsi sayuran dan buah impor, yang digelar BKP di sentra sayuran dan buah, di Panawangan, Sukamantri, dan Cihaurbeuti.
Adi mengatakan, sosialisasi tersebut dilakukan pihaknya kepada petani, bandar sayuran dan buah, serta pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang ada di 3 wilayah kecamatan, sentra buah dan sayuran.
Lebih lanjut, Adi menjelaskan, kegiatan sosialisasi itu tentang bagaimana proses budidaya sayur dan buah hingga proses panen. Dengan begitu, petani mengetahui, produk mereka tidak mengandung bakteri Ekoli (bakteri yang bersumber dari kotoran manusia), pestisida, dan aman untuk dikonsumsi.
Upaya pencegahan penyebaran bakteri Ekoli dapat dilakukan dengan memperhatikan unsur atau sistem pengairan terhadap tanaman sayur dan buah-buahan. Selain itu, BKP lebih menganjurkan, agar petani memilih pupuk organik ketimbang pupuk ber-pestisida.
Masih menurut Adi, konsep sosialisasi keamanan konsumsi terhadap buah dan sayuran lokal mengacu pada konsep From Farm to Table (Dari kebun ke meja). Artinya, perhatian tertuju mulai proses penanaman hingga sebelum dikonsumsi.
Adi menambahkan, buah dan sayuran impor belum tentu aman dikonsumsi. Untuk itu, Disperindagkop dan BPOM perlu memberikan pengawasan terhadap produk-produk impor tersebut. (DK)