Banjar, (harapanrakyat.com),- Penyalahgunaan narkoba di Jawa Barat akhir-akhir ini menunjukan perkembangan yang sangat mengkhawatirkan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal itu ditandai dengan terbongkarnya pabrik-pabrik narkoba berskala besar di wilayah Jawa Barat.
Sekretaris Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat, Aip Rifai, SH., M.Si., menjelaskan, selain terbongkarnya pabrik-pabrik narkoba, di Jawa Barat juga telah ditemukan ladang tanaman ganja.
“Hal ini jadi indikator, bahwa wilayah Jawa Barat dipandang potensial oleh para pelaku bisnis haram narkoba untuk menjalankan aksinya,” kata Aip, saat memberikan penyuluhan sadar narkoba kepada kalangan pemuda, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Graha Banjar Idaman, yang digelar KNPI Kota Banjar, Senin (24/10).
Lebih lanjut dia menjelaskan, narkotika sebenarnya merupakan obat yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan manusia. Namun, permasalahan narkotika di Indonesia semakin komplek dan menggurita.
Peredarannya bukan hanya berpusat di kota-kota besar saja, tapi sudah merambah sampai ke pelosok desa. Selain itu, penggunanya bukan dari kalangan berduit saja, tetapi sudah sampai kepada pelajar tingkat yang paling bawah.
“Kejadian penyalahgunaan narkotika di kota besar relatif tinggi, dibandingkan di daerah kabupaten/kota. Ini mengindikasikan bahwa peredaran narkotika lebih marak di kota-kota besar dalam kurun waktu setahun ini,” kata Aip.
Meski tingkat peredaran narkoba di Kota Banjar realif kecil dibanding dengan kota lain, namun masyarakat harus waspada serta terus melakukan upaya untuk memerangi peredarannya.
Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat yaitu dengan memperbanyak kegiatan positif bagi kalangan remaja atau pemuda. Hal itu dikatakan Ketua KNPI Kota Banjar, Drs. Dadang R. Kalyubi, disela-sela acara.
“Kasus penyalahgunaan narkoba di Banjar memang kecil, tapi itu bukan berarti aman. Pasalnya, kasus penyalahgunaan narkoba itu ibarat fenomena gunung es. Muncul di permukaan memang sedikit, namun kasus yang sebenarnya disinyalir cukup banyak. Oleh karena itu, perlu kewaspadaan dari seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Dadang berharap, kegiatan penyuluhan ini bisa menjadi pemicu munculnya kesadaran generasi muda untuk tidak memberikan toleransi terhadap peredaraan narkoba di Kota Banjar. (Eva)