Banjar, (harapanrakyat.com),- Menanggapi adanya kekhawatiran akan terjadinya krisis air bersih di Kota Banjar, Kabid. Lingkungan Hidup Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Lingkungan Hidup (DKPLH) Kota Banjar, H. Basir, SP, MP., mengatakan, bahwa di tahun 2011 ini pihaknya mempunyai empat program yang berkaitan dengan upaya mengantisipasi permasalahan tersebut.
Diantaranya, program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. Kegiatannya meliputi pemantauan kualitas lingkungan hidup, pengawasan kebijakan lingkungan hidup, pemantauan kualitas air dan timbunan volume sampah, serta pembinaan kota sehat.
Kemudian program perlindungan dan konservasi sumber daya alam. Kegiatannya yaitu melakukan konservasi sumber daya air dan pengendalian sumber-sumber air. Program tersebut salah satunya untuk menekan aliran air hujan dari atas genting ke permukaan, dianjurkan masuk ke sumur resapan/biofori.
“Hal itu tujuannya agar air tidak terbuang percuma. Selain itu, dalam program ini juga meliputi penataan bantaran Sungai Citanduy, yaitu pembuatan taman hijau,” jelas Basir, Jumat (21/10).
Selanjutnya program peningkatan pengendalian polusi. Kegiatannya yaitu menyediakan sarana dan prasarana labolatorium lingkungan hidup, serta penempa manajemen industri hasil tembakau dan industri pengolahan tahu, dengan mengacu pada analisis dampak lingkungan.
Misalnya di suatu kawasan agropolitan terdapat peternakan besar, maka untuk menekan polusi pihaknya telah membuat biogas. Sehingga, di wilayah peternakan tersebut tidak terjadi polusi dan bisa hidup berdampingan dengan masyarakat.
Yang ke empat adalah program peningkatan kualitas dan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. Pada program ini melakukan pengembangan data dan informasi mengenai lingkungan.
Basir menambahkan, bahwa semua program tersebut sampai saat ini sudah dan sedang dilaksanakan. Sedangkan sumber-sumber pendanaannya ada yang diperoleh dari DAK, APBN, APBD Provinsi serta APBD II.
“Jadi intinya, program yang ada di kami ini sudah nyambung dengan program yang ada di provinsi maupun pusat, tinggal kita memanfaatkan fasilitas atau bantuan-bantuan yang sudah ada,” jelasnya. (Eva)