Banjar, (harapanrakyat.com),- Pemerintahan kota (Pemkot) Banjar sepertinya mulai serius dan gali otak untuk meraih Adipura, yang selalu gagal diraih. Berbagai upaya dilakukan untuk memperoleh Adipura ini, seperti halnya dibentuknya Tim Adipura Kota Banjar, yang dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Walikota Banjar.
Menurut Kabid. Lingkungan Hidup Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Lingkungan Hidup (DKPLH) Kota Banjar, H. Basir, SP, MP., Selasa (13/9), mengatakan, perlunya dibentuk Tim Adipura dimaksudkan untuk lebih mengefektifkan pelaksanaan, sehingga lebih berdaya guna dan berhasil guna sesuai sasaran yang diharapkan.
Basir menambahkan, SK itu merupakan perangkat payung hukum dalam melaksanakan tugas dan fungsi dari tim Adipura Kota Banjar.
“Karena tugas dan fungsi Tim Adipura diatur dalam SK Walikota Banjar, jadi semua pihak yang tercantum dalam SK tersebut harus menjalankan sesuai tugas dan fungsinya, serta tunduk dan taat,” ujarnya.
Basir mengharapkan, agar semua unsur yang telah diberi SK oleh Walikota Banjar harus tanggungjawab. Pasalnya, kalau SK dijalankan dengan baik dan sungguh-sungguh, maka optimis Adipura akan diraih. “Jadi petugas atau satgas harus peduli terhadap tugas dari walikota,” katanya.
Dikatakan Basir sebenarnya untuk mewujudkan kota yang bersih ini bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan tugas bersama. Mulai dari pemerintah, pelaku usaha dan juga masyarakat.
Selain itu kepedulian warga terhadap kebersihan harus diteruskan dan ditingkatkan. Contoh kecilnya, ujar Basir, seseorang melihat ada sampah bekas makanan dipinggir jalan, maka orang yang melihat sampah itu harus memasukannya ke tempat sampah yang tersedia. “Jangan sampai menunggu petugas dari dinas kebersihan,” katanya.
Jadi kedepan bagaimana semua pihak ini bisa sadar dan ikut terlibat untuk mewujudkan kota yang layak untuk mendapatkan Adipura. Bukan hanya kebersihan saja, keindahan juga perlu diperhatikan.
Seperti halnya trotoar yang berada di depan rumah atau pertokoan harap dipelihara, baik itu dengan dicat atau trotoar tersebut ditanami pohon. “Karena trotoar juga termasuk dalam penilaian Adipura,” ucapnya.
Kenapa Kota Banjar begitu ngototnya nguber Adipura? Menurut Basir, keinginan Banjar meraih sebuah penghargaan tertinggi dalam bidang kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan, adalah bukan karena piagam atau piala. Melainkan bersatunya semua elemen masyarakat dengan pemerintah dalam hal kebersihan.
“Memang mendapatkan Adipura merupakan prestise tersendiri. Mendapatkan Adipura merupakan bukti bahwa kami tidak main-main dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota,” jelasnya.
Untuk itu, salah satu kendala terbesar selama ini adalah komitmen bersama antara masyarakat dengan pemerintah untuk mewujudkan kota bersih dan indah. Pasalnya, melibatkan semua pihak untuk mewujudkan kota yang bersih dan sehat yang menjadi syarat untuk memperolehnya.
Sedangkan dari segi sarana dan prasarana seperti tong sampah dan mobil pengangkut sampah, dirasakannya sudah cukup memadai. “Ya Tinggal perlu ditingkatkan atau ditambah keberadaannya,” pungkasnya. (adi)