Banjar, (harapanrakyat.com),- Rencananya, tanggal 23 September mendatang, pengerjaan pembangunan gapura kawasan Wisata Kuliner (Wiskul) yang ada di area parkir belakang Toserba Pajajaran akan dimulai.
Setelah pembangunan gapura selesai, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Banjar sebagai pembina pedagang kreatif lapangan (PKL) Wiskul, dan Koppas Warga Usaha Banjar sebagai pengelola, menetapkan 14 lapak/roda di kawasan tersebut yang akan diisi oleh 14 PKL.
Hal itu dikatakan Kabid. Koperasi dan UKM Disperindagkop Kota Banjar, Dra. Titi Winarti, MPd., dalam rapat pembahasan mengenai upaya menghidupkan kembali PKL Wiskul belakang Toserba Pajajaran, bersama Koppas, PKL dan Dekranasda Kota Banjar, Senin (19/9).
Diharapkan, ke-14 PKL itu harus memiliki mental yang kuat, jangan sampai menghentikan usahanya. Jika satu hari saja mereka tidak berjualan, maka akan dicoret dan diganti oleh pedagang lain.
“Kami berharap dari hasil rembugan ini para PKL Wiskul di belakang Toserba Pajajaran tetap eksis, jangan seperti sebelumnya, dan jangan sampai gapura sudah ada tapi pedagangnya tidak ada,” kata Titi.
Lanjut dia, kalau pembangunan gapura selesai, yaitu awal Oktober mendatang, maka pedagang harus sudah mulai berjualan. Kemudian, pengelolaan manajemen juga akan diserahkan kepada PKL. Jadi nanti PKL Wiskul membentuk kelompok kuliner.
Sementara itu, Plt. Koppas Warga Usaha Banjar, Enceng, mengatakan bahwa, yang menjadi kendala sepinya pengunjung ke Wiskul belakang Toserba Pajajaran adalah masih rendahnya daya beli masyarakat.
“Kemudian, kita tidak bisa melawan PKL di Alun-alun, padahal berbagai upaya untuk menarik pengunjung sudah kita lakukan. Penyebabnya karena di sana terdapat beberapa permainan anak. Untuk itu, di belakang Pajajaran juga harus ada mainan anak-anak seperti di Alun-alun,” tuturnya.
Selain itu, di belakang Pajajaran merupakan area parkir kendaraan roda empat. Akibat sering keluar masuk kendaraan sehingga menimbulkan banyaknya debu di lokasi tersebut. Hal itu menjadi kurang nyaman bagi para pengunjung.
Dikatakan Enceng, supaya pedagang maupun pembeli tidak kehujanan/kepanasan, saat ini pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan ke provinsi untuk memfasilitasi kebutuhan auning. Lantaran, kalau menggunakan terpal kekuatannya hanya dapat bertahan sekitar satu bulan saja, dan akan terlihat semrawut.
“Kalau sekarang masih pakai terpal, itu pun kondisinya sudah rusak. Sebelum bantuan auning datang, maka perbaikan dilakukan oleh masing-masing pedagang. Dan, apabila Wiskul di belakang Pajajaran sudah bisa eksis, maka kami siap memberikan pinjaman untuk permodalan bagi para PKL,” kata Enceng.
Di tempat yang sama, Ketua Dekranasda sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjar, Hj. Ade Herman Sutrisno, SIP., menghimbau kepada para pedagang supaya mereka harus memiliki mental dagang yang kuat, seperti halnya pedagang warga Tionghoa.
Pedagang juga dituntut harus mempunyai inovasi dalam menjalankan usahanya, sehingga dagangan yang tersedia di Wiskul beragam. Dia berharap, dengan diadakannya rembugan ini dapat menjadi motivasi bagi kelangsungan Wiskul di areal parkir belakang Toserba Pajajaran. “Saya siap membantu untuk mempromosikan kawasan Wiskul tersebut, baik kepada dinas atau tamu dari luar kota,” ujarnya.
Sementara itu para pedagang berharap, setelah dibangun gapura Wiskul diharapkan dapat mengurai keramaian pengunjung Alun-alun. Salah satu upaya untuk meramaikan kembali kawasan Wiskul, maka properti sarana hiburan berupa stage dan soundsystem yang telah dimiliki dapat digunakan untuk menarik pengunjung. (Eva)