Senin, (12/9), sebuah alat berat stoomwals, nampak sedang melindas matrial batu dan pasir di Jalan Desa Kujangsari, Kec. Langensari. Alat berat yang sedang dijalankan oleh operator untuk menyelesaikan proyek perbaikan jalan di wilayah tersebut.
Meter permeter, jalan rusak di-urug batu koral, pasir dan sebagian lagi oleh tanah, kemudian dilindas lagi stoomwals, dengan tujuan agar kondisi permukaan jalan rata.
Apa yang selama ini ditunggu warga Desa Kujangsari, khususnya yang sehari-hari menggunakan jalan itu segera terwujud. Jalan Desa Kujangsari setahun yang lalu kondisinya rusak parah.
Warga dan petani merasa kesulitan untuk membawa hasil bumi (pertanian) mereka karena jalan tersebut rusak. Namun, kali ini, mereka akan tidak lagi mengalaminya lantaran jalan yang biasa mereka lalui tengah diperbaiki.
Herdis, warga Desa Kujangsari, ketika dimintai tanggapan, Senin (12/9), mengatakan, sangat bersyukur dengan adanya perbaikan jalan. Alasannya, Desa Kujangsari merupakan kawasan Pertanian.
Menurut dia, area pertanian di sekitar Desa Kujangsari mencapai ratusan hektar. Sementara jalur/ akses pertanian yang selama ini menjadi andalan para petani berada di jalur utama Desa Kujangsari.
Menurut Herdis, kalau jalan sudah bagus, berarti warga sekitar yang bermata pencahariannya sebagian besar petani, tidak akan kesulitan lagi mengangkut hasil pertaniannya. Dia dan para pengguna jalan berharap agar kualitas jalan dapat digunakan dalam waktu lama, artinya tidak mudah rusak.
”Mudah-mudahan jalan ini tidak mudah rusak. Karena banyak jalan yang baru diperbaiki tapi bagian aspalnya sudah mengelupas lagi. Apalagi jalan ini sering dilalui kendaraan bermuatan berat,” katanya.
Dia menilai, setidaknya perekonomian masyarakat pun terbantu, khususnya petani. Karena, kondisi jalan mempengaruhi biaya sewa kendaraan saat mengangkut hasil pertanian untuk dipasarkan.
Dari informasi yang berhasil dihimpun HR, perbaikan jalan tersebut merupakan program peningkatan jalan Desa Kujangsari tingkat Lanjutan, yang dikerjakan oleh CV Prima. Perbaikan tersebut menelan biaya Rp. 1.080.842.000, dan batas waktu sekitar 90 hari kalender.