Banjar, (harapanrakyat.com),- Bukti komitment Pemerintah Kota Banjar dalam upaya meningkatkan kebersihan, keindahan dan ketertiban lingkungan, yaitu dengan dibuatnya surat perintah yang ditujukan kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat se-Kota Banjar, untuk menyediakan tempat sampah organik, an-organik dan B3 di lingkungan kantor masing-masing.
Menurut Kepala Bidang Lingkungan Hidup Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Lingkungan Hidup (DKPLH) Kota Banjar, H. Basir, SP, MP., bahwa surat perintah Nomor 027/1540/DKPLH ditandatangani langsung oleh Seretaris Daerah (Sekda) Kota Banjar selaku Koordinator Tim Adipura Kota Banjar, drh. H. Yayat Supriyatna.
Banyaknya sampah jenis B3 di setiap perkantoran, maka tempat sampah harus disesuaikan dengan jenisnya. Saat ini, tempat pemilah sampah yang sudah berstandar internasional baru terdapat di Kantor Samsat Kota Banjar.
“Sebenarnya untuk mewujudkan kota yang bersih ini bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan tugas bersama. Mulai dari pemerintah, pelaku usaha dan juga masyarakat. Jadi, kebersihan dan keindahan lingkungan merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat, bukan hanya petugas pasapon saja,” kata Basir, Selasa (20/9).
Namun, lanjut dia, salah satu kendala terbesar selama ini adalah komitmen bersama antara masyarakat dengan pemerintah untuk mewujudkan kota bersih dan indah.
Terbukti, beberapa tong sampah yang sudah dipasang di tempat-tempat umum banyak yang hilang. Hal itu menunjukkan masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Untuk itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan, keindahan maupun ketertiban lingkungan sangat diharapkan, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjar Nomor 20 Tahun 2004 tentang Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban (K3).
Sedangkan, disinggung mengenai perlunya penambahan mobil truk pengakut sampah yang sesuai pula dengan jenis sampahnya, menurut Basir memang idealnya harus disesuaikan.
Tapi, untuk saat ini pihaknya akan memanfaatkan truk yang sudah ada. Kalau sampah sudah terpilah di bawah, maka untuk pengangkutannya akan dijadwal. Selain itu, bisa pula dengan cara setiap kontainer disekat menjadi tiga bagian, sehingga pengangkutan ketiga jenis sampah tersebut bisa dilakukan sekaligus.
“Masalah itu bisa diatur nantinya. Yang terpenting adalah masyarakatnya dulu harus sadar akan pentingnya K3,” pungkas Basir. (Eva)