Banjar, (harapanrakyat.com),- Meski masa arus balik Lebaran tahun 2011 sudah berakhir, yaitu H + 7, Rabu (7/9), namun hingga Senin (12/9), suasana di Terminal Bus Banjar masih ramai dipenuhi calon penumpang.
Bahkan, beberapa calon penumpang sempat terlantar dan memutuskan membatalkan keberangkatannya akibat tidak kebagian bus angkutan. Tujuan keberangkatan mereka rata-rata ke wilayah Depok, Bekasi, Jakarta dan Tangerang.
Menurut Ari (34), salah seorang calon penumpang yang membatalkan keberangkatannya ke daerah Tangerang, mengaku, sejak pukul 19.30 dirinya sudah berada di terminal.
Tetapi, sampai pukul 23.00, jadwal mobil bus jurusan ke daerah tersebut sudah habis. Petugas yang ada di salah satu posko pemberangkatan bus menyarankan supaya Ari kembali lagi ke terminal besok harinya.
“Sebetulnya tadi sudah ada dua bus tujuan Tangerang, jadwal pertama pemberangkatan dari Banjar, yang kedua dari Pangandaran. Sempat naik ke mobil yang kedua, tapi ternyata sama penuh. Akhirnya turun, dan memutuskan menunggu mobil berikutnya. Namun, sampai pukul 23.00 tidak ada, saya terpaksa pulang lagi ke rumah saudara di Banjarkolot,” tuturnya, Minggu (11/9).
Kemudian, lanjut dia, pada Senin pagi, (13/9), sekitar pukul 06.30, dirinya kembali ke terminal dengan harapan hari itu bisa pulang ke Tangerang. Tapi, sampai pukul 12.00, bus yang ditunggu selalu penuh.
Menurut dia, meski malu karena sudah dua kali pamit, tapi terpaksa dia pun kembali lagi pulang ke rumah saudaranya. Ari baru bisa mendapatkan tempat duduk dalam bus jurusan Tangerang pada Senin malam sekitar pukul 21.00.
Hal serupa juga dialami Hani (37), dan Rita (35). Pada Minggu malam (11/9), mereka berdua berencana pulang ke Depok. Baik Hani maupun Rita terpaksa harus kemabli lagi ke rumah saudaranya di daerah Pamarican karena bus yang mereka tunggu semuanya penuh.
Sementara itu, menurut Yayah (56), salah seorang pedagang yang mangkal di Terminal Banjar, mengatakan, hingga hari Senin (12/9), calon penumpang arus balik Lebaran di Terminal Banjar masih terlihat ramai.
Calon penumpang tersebut rata-rata berprofesi sebagai pedagang di luar kota, sehingga waktu liburnya tidak terbatas oleh aturan perusahaan. Mereka mengira, jika berangkat ke kota tujuannya bukan pada masa arus balik Lebaran, yaitu H + 1 sampai H + 7, maka tidak sulit untuk mendapatkan kendaraan. (Eva)