Banjar, (harapanrakyat.com),- Sidang Senat terbuka STAIMA Kota Banjar milad ke XVII wisuda Strata 1 (S-1) angkatan ke XII yang dilaksanakan Minggu (18/9), di Graha Banjar Idaman (GBI), mewisuda sebanyak 250 mahasiswa dari jurusan Syariat dan Tarbiyah.
Ketua STAIMA sekaligus pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda-Al Azhar Citangkolo, Kota Banjar, KH. Munawir MA, mengatakan, seorang sarjana harus memiliki ilmu yang memumpuni, dan menjadikan agama sebagai pilar utama barometer hidup.
Menurut Munawir, seorang sarjana juga tidak perlu bingung mencari lapangan kerja, tapi nantinya mereka justru harus mampu membuka lapangan pekerjaan.
“Maka dari itu sangat penting kita berilmu, kita diwajibkan untuk terus belajar. Kami bersyukur karena antusias masyarakat akan pentingnya pendidikan, baik pengetahuan umum maupun agama, dari tahun ke tahun selalu meningkat,” katanya.
Dengan peningkatan tersebut, saat ini di Citangkolo sedang dibangun universitas yang memiliki ruang belajar sebanyak 99 lokal. Rencananya pembangunan akan selesai pada tahun 2014 mendatang.
Dikatakan Munawir, berkiprah di dunia pendidikan berarti ikut serta berpartisipasi mencerdaskan anak bangsa. Bukan hanya itu saja, dirinya juga ingin mencetak manusia yang pintar dan benar.
Sementara itu, Ketua Kopertis STAIMA, KH. Jaenal Mukarom, MSI., menghimbau kepada para wisudawan, wisudawati supaya menjadi sarjana pelopor, bukan pengekor.
“Kita harus bisa bersaing, berkompetitif, dan menjadi sarjana yang soleh, jangan jadi sarjana yang salah,” tandasnya. (AM)