Banjar, (harapanrakyat.com),- Selain memproduksi dan menjual benih tanaman padi, kini Unit Pelayanan Teknis (UPT) Balai Benih Padi dan Bibit Kota Banjar, juga tengah mengembangkan berbagai jenis bibit tanaman holtikultura, kehutanan dan perkebunan (hutbun).
Namun, permasalahan yang tengah dihadapi Balai Benih Padi dan Bibit sekarang ini adalah masalah keterbatasan lahan untuk pengembangannya.
Komoditas yang tersedia saat ini diantaranya lengkeng, mangga, jeruk, dengan berbagai varietas. Kemudian durian, rambutan, apel India dan buah tien. Sedangkan, untuk hutbunnya yaitu bibit pohon albasia.
Dengan demikian, maka bukan hanya Balai Benih Padi saja yang berfungsi, tapi Bibit tanamannya pun tersedia, hal itu sesuai dengan moto UPT tersebut.
Kepala UPT Balai Benih Padi dan Bibit Kota Banjar, Yaya Mulyana, Jum’at (29/7), mengatakan, selama ini Balai Benih Padi dan Bibit hanya menyediakan benih padi saja, sedangkan bibit tanamannya tidak ada.
“Jadi, di Balai Benih Padi dan Bibit ini tidak hanya memproduksi benih padi saja, namun diharapkan di sini juga memproduksi tanaman holtikultura, kehutanan dan perkebunan,” katanya.
Dari hasil pengembangan serta penjualan bibit-bibit tersebut, lanjut Yaya, diharapkan pula nantinya dapat menjadi sumber PAD untuk Kota Banjar, khususnya dari sektor pertanian, lantaran prospek kedepannya dinilai lebih cerah.
Karena, bibit yang tersedia bukan untuk dijual di wilayah Kota Banjar saja, tapi pihaknya pun mulai membidik pangsa pasar ke luar daerah.
“Hanya saja yang menjadi permasalahan di sini kami belum punya lahan untuk pengembangan bibit tersebut, terutama untuk membuat pohon induk dari berbagai jenis tanaman,” jelasnya.
Maka dari itu pihaknya berharap agar Pemerintah Kota Banjar bisa menyediakan lahan bagi kebutuhan pengembangan bibit tanaman holtikultura. (Eva)