Banjar, (harapanrakyat.com),- Terkait dengan pemindahan sebagian Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) Wisata Kuliner (Wiskul) dari Jl. BKR ke area parkir belakang Toserba Pajajaran, yang mana dalam perencanaannya diketahui bahwa program bantuan dari Kementerian Koperasi ditempatkan di Jl. BKR.
Namun, menurut Kabid. Koperasi dan KUKM Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Banjar, Dra. Titi Winarti, MPd., pemindahan tersebut tidak melanggar ketentuan yang sebelumnya diperuntukkan di Jl. BKR.
Adapun bantuan dari Pemerintah Kota berupa fasilitas listrik dan sarana air bersih yang telah terpasang di Jl. BKR, hal itu pun tidak menjadi masalah. Karena, wisata kuliner di Jl. BKR masih tetap berjalan. Dan pembayaran listrik maupun air dilakukan oleh para pedagang itu sendiri.
“Mengenai pemindahan PKL, bantuan dari Kementerian Koperasi itu kan diperuntukan bagi pengadaan perlengkapan fasilitas usaha para PKL melalui Koppas, dan barang tersebut sudah menjadi aset Koppas,” ujarnya.
Dengan demikian, lanjut dia, Koppas mempunyai kewenangan untuk memberikan pinjaman aset tersebut kepada para PKL. Sedangkan, mengenai lokasi penempatannya tidak diharuskan di JL. BKR saja.
Karena, selama aset itu digunakan dan dapat menguntungkan para PKL, maka Koppas akan mendukungnya, begitu pula pihak Disperindagkop Kota Banjar. Pasalnya, bantuan yang diberikan sudah sesuai peruntukkannya.
Sedangkan, untuk para pedagang yang dipindahkan ke areal parkir belakang Pajajaran, kebutuhan listrik maupun air bersihnya disediakan oleh pihak manajemen Pajajaran. Dan pembayarannya dilakukan oleh para PKL.
Pembangunan Gapura Wiskul Ditunda
Pelaksanaan pembangunan gapura yang rencanya akan dibangun di pintu gerbang areal parkir belakang Pajajaran pada akhir Juni mendatang, ada kemungkinan ditunda.
Titi mengatakan, alasan penundaan tersebut karena hingga saat ini masih belum terlihat adanya keramaian pengunjung ke lokasi Wiskul di belakang Pajajaran. Dengan demikian pihaknya memutuskan untuk menunda pembangunannya.
“Jangan sampai, manakala gapura sudah dibangun, tapi ternyata pengunjungnya sepi dan para PKL ingin balik lagi ke lokasi semula, yaitu ke JL. BKR. Makanya kita lihat dulu perkembangannya,” ujar Titi.
Sementara itu di lain pihak, Ketua DPRD Kota Banjar, Drs. Dadang R Kalyubi, mengaku, pihaknya tidak mengetahui mengenai adanya pemindahan sebagian PKL dari Jl. BKR ke areal parkir belakang Pajajaran.
“Kami tidak mengetahui adanya pemindahan itu, karena memang tidak ada pemberitahuan, baik dari Disperindag maupun Koppas. Kalau sebelumnya, yaitu ketika akan membuka kawasan Wiskul di Jl. BKR, itu selalu intens memberitahu pada kami. Seharusnya pada saat ada pemindahan pun, pihak terkait ngasih tahu pada kami,” kata Dadang. (Eva)