Banjarsari, (harapanrakyat.com),- UPTD Balai Benih di Banjarsari dinilai belum memiliki andil besar dalam menciptakan benih padi yang bermutu. Padahal, UPTD yang berada di bawah Dinas Pertanian Ciamis itu merupakan balai benih satu-satunya di Kabupaten Ciamis. Untuk di wilayah Banjarsari, Lakbok, Purwadadi, dan Mangunjaya yang menjadi sentral lumbung padi terbesar di Kabupaten Ciamis, keberadaan balai benih belum dirasakan manfaatnya oleh warga.
Salah seorang Ketua Kelompok Tani di Banjarsari, Endang MT, mengatakan, seharusnya balai benih merupakan instansi penyedia benih bermutu, agar terjaminnya keseimbangan ketersediaan benih bermutu di wilayah terbesar penghasil padi.
âPeran balai benih sangat penting dalam mempelopori pengembangan pengunaan benih bermutu dari verietas unggul. Benih verietas unggul ini selanjutnya akan disebarkan kepada petani, â katanya, kepada HR, pekan lalu.
Menurut Endang, kebutuhan benih padi di empat kecamatan (Banjarsari, Lakbok, Purwadadi, dan Mangunjaya) ini cukup besar, yaitu sebesar 252050 kg per musim. Angka ini didapat dari luas wilayah dikali 25 kg per satu hektarnya.
â Singkatnya gini, luas wilayah pesawahan di Banjarsari 3140 hektar, Lakbok 3342 hektar, Purwadadi 2000 hektar, Mangunjaya 1600 hektar, sehingga total luasnya adalah 10082 hektar. Jika per 1 hektar membutuhkan benih padi 25 kg, maka 10082 hektar dikali 25 kg maka hasilnya 252050 kg benih yang dibutuhkan dalam satu kali musim,â terangnya menjelaskan.
Per 1 kantong plastik ukuran 5 kg benih, kata Endang, harganya Rp 30 ribu. âMaka bisa anda (HR) bayangkan berapa keuntungan yang bisa didapat. Karena celah bisnis benih padi ini sangat menguntungkan. Makanya sejumlah merek benih padi dari Jawa Tengah masuk ke wilayah Banjarsari dan sekitarnya, â imbuhnya.
Oleh karenanya, saran Endang, jika ini dijalankan dan dikelola dengan baik, maka secara tidak langsung akan menjadi PAD bagi Kabupaten Ciamis. âDi Banjarsari memang ada sejumlah kelompok penakar benih padi. Namun karena terkendala modal, akhirnya mereka berproduksi dengan jumlah yang terbatas,â katanya.
Kepala UPTD Balai Benih Banjarsari, Nana Sopana, ketika ditemui HR belum lama ini, mengatakan, terkendalanya soal benih berkualitas disebabkan dari minimnya kucuran dana dari Pemkab Ciamis.
â Jelas kendala anggaran, sehingga balai benih sulit bergerak untuk menciptakan benih padi yang bermutu,â katanya. Namun, meskipun begitu pihaknya tetap melakukan kegiatan dengan beberapa kelompok tani penakar benih padi di balai benih ini dengan fasilitas seadanya. (Amlus)