Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita CiamisRp. 17,4 Milyar Untuk Pulihkan Padamulya

Rp. 17,4 Milyar Untuk Pulihkan Padamulya

Bencana tanah longsor yang mengakibatkan banjir bandang yang meluluhlantakan empat dusun di Desa Padamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kab. Ciamis, memang sudah sepekan berlalu. Namun akibat bencana itu kini menyisakan luka dan penderitaan. Banyak warga yang mengaku trauma oleh bencana tersebut. Karena bencana itu datang tiba-tiba dan tidak pernah diperkirakan sebelumnya.

Banyak warga setempat yang enggan kembali ke rumahnya. Mereka lebih memilih tinggal di pengungsian atau menumpang di sanak saudara yang rumahnya jauh dari lokasi bencana. Karena warga khawatir terjadi kembali banjir bandang susulan yang kekuatannya lebih besar dari bencana sebelumnya.

Rumor di warga setempat memang santer akan terjadi kembali banjir bandang susulan. Indikasinya, salah seorang warga konon menemukan bendungan alam yang membentuk genangan air di hulu sungai Ciharus, tepatnya di jurug panjang yang berada di puncak Gunung Syawal.

“Kemarin ada warga di sini yang naik ke atas puncak gunung. Katanya menemukan bendungan yang membentuk genangan air. Bendungan itu lebih besar dari bendungan yang kemarin runtuh yang mengakibatkan banjir bandang,” kata Yusuf, warga Sedakaler Desa Padamulya, kepada HR, Sabtu (2/4).

Munculnya rumor mengenai masih adanya bendungan alam yang lebih besar, kontan membuat sejumlah warga ketakutan. Terlebih, rumor itu dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut. Ketika HR menanyakan ke warga yang lain pun, ternyata rumornya sama membicarakan kemungkinan tersebut.

Tak hanya rumor soal bendungan alam yang katanya ditemukan salah seorang warga. Ramalan orang pintar atau kesepuhan pun menjadi referensi warga. Menurut warga, beberapa kesepuhan yang memiliki ilmu batin di daerah itu mengatakan bahwa benar ada bendungan alam yang membentuk genangan air di hulu sungai Ciharus.

“Namun, menurut kesepuhan kalau sampai malam minggu (Sabtu/2/4) tidak terjadi bencana, berarti aman seterusnya,” katanya.

Dampak Banjir Bandang Padamulya

Sementara akibat bencana banjir bandang tersebut mengakibatkan 4 warga meninggal dan 15 warga luka-luka. Sedangkan jumlah pengungsi saat ini semakin terus bertambah. Data hari Selasa (5/4), jumlah pengungsi sudah sebanyak 2.846 orang.

Pemkab Ciamis pun sudah mendata jumlah perkiraan kerugian akibat bencana tersebut. Pemkab menghitung, untuk memulihkan kembali Desa Padamulya membutuhkan dana sekitar Rp. 17,438,390,000,-.

Dana itu diperuntukan guna membiayai empat tahap penanggulangan bencana, yakni pada saat reponse/ penyelamatan, recovery, rekontruksi dan depelovment/pembangunan.

Tahap response atau tanggap darurat sudah dinyatakan selesai pada hari Senin (4/5). Kini sudah masuk ke tahap recovery selama 5 bulan atau sampai tanggal 4 September 2011. Pada tahap recovery ini, salah satunya direncanakan akan memberikan bantuan untuk rehabilitasi rumah korban bencana.

Setelah itu selesai, kemudian berlanjut ke tahap rekontruksi selama satu tahun atau akan berakhir pada tanggal 4 September 2012. Selanjutnya ke tahap devolopment/pembangunan selama dua tahun atau akan berakhir pada tanggal 4 September 2014.

Camat Cihaurbeuti, Drs. Sahlan, didampingi Kades Padamulya, E. Haerudin mengatakan, untuk menampung pengungsi, pihaknya sudah menyediakan gedung olahraga (GOR) Desa Padamulya dan beberapa madrasah yang dianggap aman. “Hal-hal yang berkaitan dengan penelitian dari Badan Geologi itupun belum dapat dipastikan, hanya saja warga diminta selalu waspada akan terjadinya bencana susulan,” katanya, kepada HR, Selasa (5/4).

Menurut E. Haerudin, saat ini ada sekitar 200 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 2.846 orang yang mengungsi. “Sedangkan rumah yang rusak berat sebanyak 52 rumah, rusak sedang 9 rumah, dan rusak ringan 139 rumah,” terangnya.

Sementara sarana pendidikan yang mengalami kerusakan sebanyak 2 sekolah yang berada di Dusun Ciawitali. Sedangkan 3 jembatan dan 4 irigasi juga mengalami kerusakan. “Diperkirakan sementara kerugian sebesar Rp. 3.241.700.000,-. Kemungkinan jumlah kerugian akan terus bertambah,” pungkasnya. (Subagja Hamara/Dicky H. Adjid/Edji Darsono)

Diskon Tarif Tol

Diskon Tarif Tol Arus Balik Lebaran 2025, Ini Jadwal dan Rinciannya!

harapanrakyat.com,- Jasa Marga memberlakukan sejumlah kebijakan untuk mencegah kemacetan saat arus balik Lebaran 2025. Salah satunya menerapkan diskon tarif tol yang berlaku mulai hari...
Jurnalis Bantu Polisi

Aksi Solidaritas Sejumlah Jurnalis TV di Garut, Bantu Polisi Amankan Arus Balik Mudik Lebaran

harapanrakyat.com,- Sejumlah jurnalis televisi di Garut membantu aparat kepolisian yang tengah mengamankan arus lalu lintas di simpang empat Sigobing. Meski di tengah hujan deras,...
Naik Sepeda

Pemudik Asal Kuningan Pilih Naik Sepeda ke Bandung saat Arus Balik Lebaran

harapanrakyat.com,- Di tengah lonjakan kendaraan yang menghiasi arus mudik lebaran, Nurdin Yusuf (31), seorang pria asal Kuningan Jawa Barat, memilih jalur yang berbeda. Ia...
Aset Pemkab

Warga Bersihkan Aset Pemkab Ciamis yang Terlantar di Cipaku, Begini Respons BPKD

harapanrakyat.com,- Pemkab Ciamis melalui BPKD mengapresiasi inisiatif warga yang membersihkan aset pemerintah di Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku. Apalagi sebelumnya lokasi tersebut banyak rumput liarnya.  Kabid...
Kisah Polisi Jujur di Garut, Kembalikan Dompet Berisi Uang Rp 5 Juta Milik Pemudik

Kisah Polisi Jujur di Garut, Kembalikan Dompet Berisi Uang Rp 5 Juta Milik Pemudik

harapanrakyat.com,- Sikap jujur Ipda Hadiansyah, salah seorang perwira polisi dari Polres Garut, Jawa Barat, patut diapresiasi. Pasalnya, Hadiansyah mengembalikan uang pemudik yang hilang di...
Atap Ruang Kelas MI di Sukanagara Ciamis Ambruk Usai Hujan Deras

Atap Ruang Kelas MI di Sukanagara Ciamis Ambruk Usai Hujan Deras

harapanrakyat.com,- Atap ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Sukanagara, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ambruk pada Kamis (3/4/2025) sekitar  pukul 17.45 WIB....