Banjar, (harapanrakyat.com),- Hujan yang turun sepanjang tahun menjadi mudahnya tebing sungai Citanduy di belakang kantor DPD Golkar Kota Banjar dan rumah sakit swasta PMC (Patroman Medical Center), dimana bantaran sungai yang dibikin areal jogging track acap kali terancam longsor di kawasan Parunglesang.
Lagi pula areal jogging track itu tak terawat, padahal cukup besar anggarannya dari APBD Kota Banjar. Proyek itu menghabiskan 450 juta rupiah.
Kabid Cipta Karya Dinas PU Kota Banjar Ir H Edi Djatmiko, dalam suatu percakapan dengan HR di ruang kerjanya beberapan waktu lalu, mengatakan, pekerjaan jogging track ditangani oleh bidang Cipta Karya.
Tambah Edi, bukan berarti pihaknya tidak akan memperbaiki, tapi sedang mencari anggaran untuk membenahi tebing Citanduy di areal jogging track bisa dipergunakan sesuai dengan peruntukannya sebagai ruang publik yang bisa dipakai untuk jogging.
Upaya untuk mendapatkan anggaran, dalam tahun anggaran 2011 berhasil mendapatkan bantuan provinsi (Banprov) sebesar Rp.100 milyar untuk rehabilitasi sungai Cintanduy.
Tapi kata Edi yang didampingi stafnya David, ST, pekerjaan itu ditangani oleh Kabid Pengairan Dinas PU pemancangan site pile (rucuk beton) anggaran sebesar itu tidak cukup. Menurut David, pihaknya sedang terus mengupayakan anggagaran tambahan dalam perubahan Banprov 2011, untuk bisa mengamankan tebing di area jogging track. Bila tebing Citanduy di belakang PDAM itu ditangani Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWSC), dengan biaya APBN.
Menurut Edi, masyarakat menjadi maklum, bila pihak kami tertunda menangani tebing jogging track yang longsor, karena bila hanya diperbaiki dengan bronjong tidak tahan lama apalagi hujan susah diprediksi. (bh)