Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Disperindagkop Kota Banjar menjalin kerjasama dengan Toko Serba Ada (Toserba) dalam upaya menumbuhkan kembali aktifitas perekonomian di Pasar Tradisional Batulawang, Desa Batulawang Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, yang minggu ini akan kembali dibuka.
Pasalnya, sudah hampir satu tahun ini keberadaan Pasar Batulawang seolah tanpa aktifitas perkonomian yang berarti. Dengan kata lain, keberadaanya belum memberikan manfaat bagi para pedagang dan warga sekitar.
“Benar, pasar tersebut memang sengaja kami hidupkan kembali. Soalnya, biaya yang sudah dikeluarkan untuk membangun aset pasar tidaklah sedikit. Kami mengira, harus ada penyegaran baru terhadap kehidupan perekonomian di pasar tersebut,” ungkap Erman Arisman, Kabid Perdagangan, Dinas Perindustrian Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Banjar, Selasa (01/03/2011).
Erman mengatakan, beberapa bulan terakhir ini, kegiatan di Pasar Batulawang seolah mati. Para pedagang mulai meninggalkan los / kios mereka. Hal ini membuat pihaknya merasa perlu melakukan langkah-langkah konkrit untuk mulai meramaikan kembali pasar tersebut.
Langkah-langkah itu meliputi, menarik pengelolaan pasar dari Pihak Pemerintah Desa Batulawang, mengagendakan bentuk-bentuk kerjasama degan pihak luar, dengan ketentuan dapat menghidupkan kegiatan perekonomian, atau perdagangan di Pasar Batulawang.
Disperindagkop Kota Banjar Tunggu Keputusan Pemdes
Meski begitu, Erman mengaku pihak Disperindagkop Kota Banjar masih menunggu keputusan dari pihak Desa Batulawang untuk menentukan tawaran. Serta strategi pengembangan pasar ke arah yang lebih baik.
Namun, Erman memastikan, pihaknya sudah mempunyai rencana jika Pemerintah Desa Batulawang angkat tangan dalam masalah ini. Untuk sementara ini, pihaknya mencoba melakukan kerjasama dengan salah satu Toko Serba Ada (Toserba) kenamaan di Kota Banjar.
Kerja sama tersebut sebagai upaya Disperindakop Kota Banjar dalam memacu para pedagang agar kembali berjualan di Pasar Batulawang. Toserba ini akan menempati sejumlah kios, dengan menjajakan segala kebutuhan pokok warga Desa Batulawang.
“Namun yang pasti, harga yang dipatok untuk barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari tersebut harus jauh di bawah harga Pasar. Dan hal ini akan membuat warga mau berbelanja ke pasar Batulawang, dari pada ke tempat lain yang jaraknya lebih jauh,” katanya.
Sehari sebelumya, Sekretaris Desa Batulawang, Syarif, ketika ditemui HR mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar para pedagang yang biasa menempati kios pasar dapat kembali melakukan aktifitasnya. Namun, Syarif menyayangkan upaya itu kurang mendapatkan respon dari para pedagang.
Ketika ditanya mengenai penyebab matinya aktifitas perekonomian di pasar Batulawang, Syarif menjelaskan, bahwa yang menyebabkannya adalah kurangnya fasilitas sarana dan prasarana pendukung pasar. Selain itu, harga-harga kebutuhan pokok yang dipatok para pedagang tidak jauh berbeda dengan harga di warung.
“Ini yang mungkin menyebabkan warga tidak mau berbelanja di pasar Batulawang. Dan bisa jadi kurangnya pembeli/ konsumen tersebut berimbas terhadap minat pedagang untuk berjualan di pasar,” pungkasnya. (dn)