Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita BanjarSiasati Persaingan Usaha, dari Tahu Kotak Beralih ke Bulat

Siasati Persaingan Usaha, dari Tahu Kotak Beralih ke Bulat

Banjar, (harapanrakyat.com),- Sulitnya mengendalikan harga tahu akibat terjadinya persaingan usaha diantara para pengrajin, Dede (32), warga Dusun Karangpucung, Desa Balokang, Kec. Banjar, akhirnya mengubah produksinya dari tahu kotak menjadi tahu bulat.

Dia mengatakan, sejak tahun 2004, masyarakat Dusun Karangpucung banyak yang membuka usaha memproduksi tahu. Sehingga, daerah tersebut menjadi sentra produksi tahu di Kota Banjar.

“Kendala bagi saya adalah mengendalikan harga tahu di pasaran. Setiap pengrajin tidak bisa mematok harga, apalagi kalau bahan baku mahal. Sementara harga jual tidak mungkin dinaikkan, terpaksa dijual murah. Pengrajin tidak bisa diajak kompromi masalah harga,” tutur Dede, Selasa (1/2).

Lanjut dia, jika diantara pengrajin sudah saling menjatuhkan harga jual di pasaran, maka produsen tahu tidak akan bisa maju dalam usahanya.

Untuk mensiasati agar usahanya terus berjalan, Dede mencoba membuat tahu dengan bentuk yang berbeda seperti biasanya, yaitu tahu bulat. Dan ternyata hasilnya pun tidak mengecewakan.

“Produksi tahu bulat sudah berjalan selama delapan tahun. Dalam satu hari bahan baku yang dibutuhkan mencapai 1,5 kwintal kedelai. Keuntungan memproduksi tahu bulat yaitu, tidak akan basi jika tidak terjual habis dalam satu hari, berbeda dengan tahu kotak,” katanya.

Pembuatan tahu bulat, kata Dede, tidak jauh berbeda dengan tahu kotak, lantaran proses awalnya sama seperti membuat tahu biasa.

Sebelumnya, tahu kotak diblender dan diberi bumbu tambahan. Kemudian, setelah diblender dan dikasih bumbu, baru dicetak bulat menggunakan tangan lalu dimasukkan ke penggorengan.

Untuk mensiasati kenaikan harga bahan baku seperti kedelai dan minyak, Dede memperkecil ukuran tahu bulat.

omzet penjualan akan turun bila libur sekolah, pasalnya, pangsa pasar tahu bulat lebih digemari anak sekolah.

Sementara pangsa pasar keripik tahu masih terbatas. Diproduksi bila ada pesanan dengan jumlah besar. “Keripik tahu harganya memang cukup mahal, per-kilo mencapai 60 ribu rupiah,” pungkasnya. (AM)

Pria Disabilitas Asal Grobogan

Pria Disabilitas Asal Grobogan Jadi Korban Curas di Sumedang, Polisi Buru Pelaku

harapanrakyat.com,- Seorang pria disabilitas asal Grobogan, Jawa Tengah, menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Raya Sumedang-Subang. Tepatnya di Dusun Sela Awi, Desa...
Contraflow dan One Way

Jadwal Contraflow dan One Way Arus Balik Lebaran 2025

harapanrakyat.com,- Korlantas Polri menerapkan sistem contraflow dan one way guna mengantisipasi kepadatan kendaraan tujuan Jakarta pada arus balik Lebaran 2025. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit...
Layanan libur lebaran

Permudah Urus Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Ciamis Buka Layanan saat Libur Lebaran, Catat Waktunya!

harapanrakyat.com,- Permudah masyarakat urus dokumen, Disdukcapil Ciamis menggelar pelayanan khusus di luar jam kerja. Acara ini berlangsung Kamis (3/4/2025) malam. Pelayanan di luar jam kerja...
Wisata Tanjung Duriat

Momen Libur Lebaran 2025, Wisata Tanjung Duriat di Sumedang Diserbu Pengunjung

harapanrakyat.com,- Mengisi momen libur panjang lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, ribuan wisatawan memadati wisata Tanjung Duriat yang berada di Pesisir Waduk Jatigede. Tempat ini...
Rainbow Slide Nalisa Cipanten di Majalengka

Menjajal Rainbow Slide Nalisa Cipanten yang Lagi Viral di Majalengka, Favorit Wisatawan saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Rainbow Slide di objek wisata Nalisa Cipanten, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sedang viral dan menjadi buruan wisatawan. Luar biasanya, wahana Rainbow...
Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

harapabrakyat.com,- Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus sudah masuk kantor pada Selasa tanggal 8 April 2025 seusai libur lebaran. Oleh karena itu, ASN tidak...