Banjar, (harapanrakyat.com),- Tiga hektar sawah milik petani di Dusun Sindangasih, Desa Kujangsari, Kec. Langensari, mengalami puso (tidak menghasilkan panen). Puso yang dialami petani terjadi lantaran sawah milik mereka kerap di genangi air.
Areal sawah yang sebagian besar baru tanam itu, terendam banjir akibat pendangkalan saluran pengairan di wilayah tersebut. Ditambah lagi, curah hujan pada akhir-akhir ini tergolong cukup tinggi.
Padahal, hamparan sawah tersebut merupakan sumber penghidupan sehari-hari para petani di kawasan itu. Akibat genangan air, para petani terpaksa merugi untuk kesekian kalinya.
Kerugian material akibat terendam banjir belum sepenuhnya bisa ditaksir, alasannya sebagian petani membiarkan lahan yang tergenang. Mereka merasa bosan karena mengalami kerugian berkali-kali.
Seorang petani, Kasdi, ketika ditemui HR, Senin (31/1) mengatakan, sawah seluas 14 bata miliknya, selama tiga kali musim tanam, selalu memberikan hasil yang kurang menguntungkan. Hal itu disebabkan, lahan milik Kasdi berulang kali terendam banjir.
Menurut Kasdi, dia harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk setiap kali musim tanam, yaitu kurang lebih mencapai Rp. 1 juta.
Luasan sawah 14 bata milik Kasdi, dapat menghasilkan padi yang cukup lumayan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Namun, harapan itu sirna sudah, karena modal dan rencana panen yang selama ini direncanakan gagal total.
Bagi Kasdi, uang sebesar itu sangat berharga. Namun, dia juga sangat menyayangkan gagal panen terus berulang kali dialami setiap musimnya. Dia berharap, pada musim nanti petakan sawahnya bisa menghasilkan keuntungan.
Oyo, penggarap sawah, ketika ditemui HR, mengatakan, peristiwa gagal panen yang dialami para petani belum mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah. Hal ini memperparah kerugian yang dialami oleh para petani.
Dia berharap, pemerintah segera memberikan tanggapan dan menindaklanjuti kegagagalan (puso) yang sudah berulang kali terjadi tersebut. Dengan demikian, para petani bisa mendapatkan hasil lebih baik, untuk mengganti semua kerugian yang sudah dialami oleh mereka. (dn)