Banjar, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Kota Banjar berjanji akan terus melakukan pembinaan terhadap Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di kawasan wisata kuliner, agar keberadaan wisata kuliner terus berkembang.
Hal itu dikatakan Walikota Banjar, DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM., di sela-sela acara launching Kawasan Wisata Kuliner yang bertempat di sepanjang Jl. Kantor Pos (BKR) Kota Banjar, Sabtu (15/1).
“Kita akan terus melakukan pembinaan kepada para pedagang, baik penyuluhan usaha atau yang berkaitan dengan pengembangan usaha melalui Koperasi Pasar (Koppas),” katanya.
Selain itu, Herman akan mengintruksikan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk turut serta mendorong agar kawasan wisata kuliner dapat berkembang. Misalnya, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kota Banjar, agar terus memantau dan membina para pedagang.
Dia juga berharap, kawasan wisata kuliner yang saat ini di isi oleh 45 gerobak pedagang, maka seiring dengan perkembangan, jumlahnya akan terus mengalami penambahan.
“Ini merupakan awal yang baik bagi pengembangan sektor ekonomi masyarakat di Kota Banjar. Oleh karena itu, para pedagang dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam menjalankan usahanya,” kata Herman.
Sementara itu, Deputi Pemasaran Kementrian KUKM Ir. Herustiati, mengatakan, pemerintah pusat akan terus mendorong pembangunan sektor usaha kecil masyarakat.
“Antusiasme masyarakat Kota Banjar sangat bagus. Pembangunan sektor usaha kecil seperti pembangunan kawasan wisata kuliner, merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat,” tuturnya.
Menurut Herustiati, Kementrian KUKM akan terus melakukan pemantauan dan pembinaan secara berkala, dan dilakukan secara berjenjang melalui sistem pembinaan.
Sistem pembinaan yang saat ini berjalan, seperti meminta laporan perkembangan kepada instansi yang membina di daerah, yaitu Disperindagkop.
Mengenai bantuan pengucuran dana, lanjut dia, tentunya tidak akan terus-menerus diberikan ke Kota Banjar. Untuk tahun depan akan diberikan ke kota atau kabupaten lain yang belum menerima.
“Kalau mengenai batuan keuangan tentunya bergilir, masa terus-terusan Kota Banjar yang dapat. Tapi, mengenai pembinaan tentunya akan kami lakukan secara berkala,” pungkasnya. (pjr)