Ciamis, (harapanrakyat.com),– Demi mewujudkan kedaulatan petani, Yayasan Ecological Farming Jawa Barat (ECOFARM-JB), bertekad untuk mengambil posisi yang terdepan dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan petani.
Karenanya, petani merupakan mayoritas penduduk Indonesia, harkat dan martabat petani perlu dibangun melalui konsep yang berkelanjutan sehingga bisa terwujud masyarakat petani yang memiliki kemandirian penuh, pada setiap budidaya sampai pemasaran.
Hal itu dikatakan Direktur Ecofarm-JB, DR. Dadi,M.Si, ketika ditemui HR Minggu lalu. menurut Dadi, demi meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan petani, Ecofarm rencananya ingin bekerjasama dengan organisasi kemasyarakatan, yang nantinya bisa mengembangkan tekhnologi pertanian ramah lingkungan berbasis pemberdayaan petani.
Selain itu, penyelenggaraan pendidikan, pengajaran, pengkajian, dan pengembangan tekhnis budidaya pertanian yang ramah lingkungan menjadi agenda Ecofarm-JB yang lainnya.
Dadi menjelaskan, beberapa wilayah pertanian yang telah menghasilkan beras organik dibawah Yayasan Ecofarm-JB, diantaranya, Kec. Panumbangan, Budi Asih Sindangkasih, Ratawangi Banjarsari, Cintakarya Parigi, Purwajaya Purwadadi, dan Panulisan Cilacap.
“Enam wilayah ini, dalam setiap kali panen menghasilkan sampai 31 ton, walaupun tidak besar akan tetapi yang terpenting petani bisa fundamen, dan untuk harga bisa diseimbangkan, tergantung kesepakatan petani dan Yayasan Ecofarm selaku pembina,” ungkapnya.
Yayasan Ecofarm lanjut Dadi, telah melakukan kerjasama dalam meningkatkan kesejahteraan petani, diantaranya pelatihan budidaya organik kubis dataran rendah bersama KSP Bungursari Parigi, penguatan koperasi petani organik Kab Ciamis, pengembangan kakao organik, dan Luwu Timur Sulawesi Selatan.
Pada tahun ini juga Ecofarm-JB sedang menjalin kerjasama dengan HIVOS Indonesia untuk membentuk koperasi yang mewadahi para petani organik binaan Ecofarm-JB se-Kab Ciamis.
Melalui pembentukan koperasi ini, diharapkan para petani memiliki wadah yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan. Dan program ini menjadi kerjasama tahun kedua, pada tahun sebelumnya Ecofarm-JB juga pernah melakukan kerjasama dengan HIVOS dalam bentuk pemberdayaan petani korban gempa.
“Visi Ecofarm-JB adalah Membangun Kedaulatan Petani Indonesia,” tegas Dadi kepada HR.
Dadi merasa yakin bisa lebih memperluas pemahaman dan memberikan pencerahan kepada petani berkaitan dengan paradigma pembangunan pertanian secara berkelanjutan. Untuk itu, Dadi berharap, petani tidak lagi menjadi marginal secara umum, dalam arti petani bisa lebih mandiri untuk mewujudkan kesejahteraannya. (DSW)