Banjar, (harapanrakyat.com),- Budidaya udang galah yang digulirkan melalui program Teknologi Tepat Guna (TTG), oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, di wilayah Desa Sinartanjung, Kec. Pataruman, mendapatkan sorotan dari pihak Penyuluh Perikanan Kota Banjar.
Pasalnya, secara teknis lokasi yang digunakan tersebut tidak mendukung tingkat keberhasilan budidaya udang galah. Hal itu disampaikan Agus Sugiono, Kepala Penyuluh Perikanan Kota Banjar, ketika ditemui HR, Selasa (25/1) di kantornya.
Agus menjelaskan, untuk membudidayakan udang galah, perlu dilakukan pertimbangan teknis secara matang. Diantaranya seperti tingkat debit air, aksesbilitas, keamanan, sarana prasarana dan lain sebagainya.
“Yang jelas, banyak faktor teknis yang harus dilalui, jika ingin budidaya udang tersebut berhasil,” ungkapnya.
Dia mengaku, lokasi tersebut hanya direkomendasikan untuk wisata agro, seperti kawasan pemancingan ikan, bukan malah budidaya udang galah. Alasannya, karena lokasi dan faktor pendukung teknis yang ada, dinilai cocok untuk pemancingan.
Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah mendapat tembusan dari pihak Disosnakertrans mengenai budidaya udang galah tersebut. Dan pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk pelaksanaan program budidaya udang galah di wilayah Sinartanjung.
“Rekomendasi dan tembusan mengenai budidaya udang galah juga tidak pernah ada, apalagi terlibat dalam pelaksanaan teknis di lapangan,” ungkapnya.
Agus khawatir, jika program budidaya udang itu hanya menghamburkan anggaran pemerintah saja. Dengan kata lain, anggaran yang sudah dikeluarkan tersebut justru tidak sesuai dengan sasaran.
Sekretaris Disosnakertrans, Saefuddin, ketika dikonfirmasi HR, Selasa (25/1) di ruang kerjanya membantah, jika lokasi tersebut kurang tepat. Menurutnya, program yang digulirkan oleh pihaknya sudah melalui pertimbangan dan mendapat rekomendasi dari berbagai pihak.
Di samping itu, Saefudin menilai program udang galah masih jarang di Kota Banjar. Untuk itu, dia mengira kelompok Galura Sinta akan mendapatkan pangsa pasarnya tersendiri.
Sementara itu, Wasino, Kabid Ketenagakerjaan, yang juga tim pelaksana program di lapangan, ketika dimintai keterangan oleh HR, mengatakan, semua program yang digulirkan, merupakan bentuk perhatian pihak pemerintah terhadap potensi yang ada di masyarakat.
Mengenai berhasil atau tidaknya, pihaknya akan terus memantau dan melakukan pembinaan kepada masyarakat, melalui evaluasi dan pengawasan realisasi program yang sudah berjalan.
“Jika ada kendala di lapangan, pihak kami (Disosnakertrans) akan segera melakukan evaluasi,” ungkapnya.
Dedi Kurdiana, Ketua Kelompok Budidaya Udang Galah Galura Sinta di Desa Sinartanjung Kec. Pataruman, ketika ditemui HR, Senin (24/1) membenarkan bahwa pihaknya mendapatkan program tersebut dari Disosnakertrans.
Kepada HR, pihaknya mengaku belum bisa memastikan apakah budidaya udang tersebut berhasil atu tidak. Alasannya, pihaknya baru akan melakukan sampling pada minggu ini.
Namun demikian, Dedi menjelaskan, bahwa sarana prasarana teknis penunjang budidaya udang galah yang ada saat ini, sudah cukup mendukung program yang sedang dilaksanakannya.
Meskipun belum bisa memastikan keberhasilan budidaya udang galah tersebut, Dedi berharap bisa mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapannya bersama kelompok. (dn)