Banjarsari, (harapanrakyat.com,- Sejumlah kalangan masyarakat di Kecamatan Banjarsari meminta Pemkab Ciamis membenahi area taman alun-alun Banjarsari. Permintaan itu muncul karena alun-alun merupakan pusat kota kecamatan. Selain itu, agar kecamatan Banjarsari nampak tertib, indah dan bersih.
Hal itu disampaikan H Surya, tokoh masyarakat Banjarsari, ketika ditemui oleh HR, Senin (29/11) di kediamannya. Surya mengungkapkan, penataan kota, khususnya alun-alun belum sepenuhnya mendapatkan perhatian, itu terbukti dari betapa alun-alun Banjarsari nampak kumuh dan kotor. Selain itu, wilayah lainnya di Banjarsari yang belum mendapatkan perhatian yakni trotoar jalan dan terminal.
âSelama ini pembangunan yang dilakukan Pemkab Ciamis belum sepenuhnya dirasakan oleh warga Banjarsari. Padahal, wilayah Banjarsari merupakan salah satu kawasan yang padat penduduk,â ungkapnya.
Lebih lanjut, Surya menilai, tidak sedikit masyarakat sering mengeluarkan sejumlah iuran atau swadaya untuk pembangunan di Wilayah Banjarsari. Dengan kondisi itu, sejatinya pemerintah bisa mempertimbangkan bagaimana nasib pembangunan di Banjarsari di kemudian hari.
Tidak menutup kemungkinan, kata Surya, wilayah Banjarsari menjadi pusat transit atau perdagangan pada suatu saat nanti. Alasannya, wilayah Banjarsari cukup strategis karena berbatasan langsung dengan wialayah jawa Tengah.
âKemungkinan bisa saja terjadi, jika Banjarsari sudah tertata dengan baik, masyarkat dari berbagai daerah mendatangi dan berkunjung kesini,â ungkapnya.
Surya juga menyayangkan, beberapa aset wilayah Banjarsari yang tidak mendapatkan perawatan dengan maksimal. Padahal beberapa fasilitas tersebut memakan biaya yang cukup besar.
Dia juga menilai, wilayah Banjarsari merupakan salah satu kota hidup, karena berada di jalur utama menuju wilayah Ciamis Selatan dan Jawa Tengah. Terlebih lagi bila Kabupaten Pangandaran telah terwujud, tentu kecamatan Banjarsari adalah kecamatan paling selatan yang ada di Kabupaten Ciamis.
Ade (40), seorang tokoh pemuda di Banjarsari ketika dimintai tanggapan oleh HR, mengungkapkan, bahwa wajah kec. Banjarsari berada di taman atau alun-alun kecamatan.
Menurut Ade, taman alun-alun Banjarsari seringkali menjadi bahasan prioritas yang kemudian diajukan dalam Musrenbang. Namun anehnya, hingga sekarang penegmbangan dan penataan tidak kunjung dilakukan.
âJika pemerintah peka terhadap hal ini, tentunya sudah harus mempersiapkan kemungkinan yang bakal terjadi. Apalagi, kemungkinan Banjarsari menjadi kecamatan yang berada paling selatan di kab. Ciamis,â ungkapnya.
Ia juga menambahkan, seandainya sudah tertata rapih, dan menjadi ruang publik yang bagus, tentu akan menjadi penyumbang PAD bagi kab Ciamis. Selain itu, hal itu juga bisa dimanfaatkan sebagai area transit para wisatawan yang akan menuju Pangandaran.
Sementara itu, Drs Bangbang Moh Sobar G, Kabid Tata Ruang Dinas Ciptakrya, didampingi Kasi Penataan dan Pemanfaatan Ruang, Rini Valianti ST,.MT,.MSc, ketika dikonfirmasi oleh HR, Selasa (30/11) menjelaskan, pihaknya baru akan mempersiapkan penataan di wilayah perkotaanya.
Rini menambahkan, untuk pemanfaatan ruang kawasan perkotaan nantinya akan disesuaikan dengan wilayah yang ada, terutama dalam hal pembangunan seperti pusat pemerintahan, mesjid agung, ruang terbuka hijau, terminal, perguruan tinggi, rumah sakit, dan juga tempat wisata.
Mesti sudah terencana, lanjut Rini, pihaknya akan menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Sebab, pihaknya mengaku tidak bisa secara langsung menata seluruhnya, meski sudah tercantum dalam RDTR. (es/Amlus)