Banjar, (harapanrakyat.com),- Sejak tahun 2007, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Raharja merupakan salah satu dari lima sekolah yang menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN) di Kota Banjar. Sedangkan, sekolah lainnya yaitu SDN 1 Banjar, SDN 2 Banjar, SDN 3 Banjar dan SDN 2 Bojongkantong.
Kepala SDN 1 Raharja, Hj Neni Suwarni SPd, saat dijumpai HR, Senin (6/12), mengatakan, kalau dilihat dari fasilitas ruangan di sekolahnya memang kurang memadai untuk kategori SSN.
Sebab, ruang kelas yang ada saat ini hanya enam lokal, sedangkan jumlah rombongan belajar (rombel) ada delapan. Karena kelas 1 dan 5 masing-masing dibagi menjadi dua kelas. Dengan demikian, maka SDN 1 Raharja masih kekurangan dua lokal ruang untuk kelas.
“Dilihat dari fasilitas saya kira kurang memenuhi. Kalau infrastruktur sudah mendekati lengkap, hanya lokasinya sempit, kemudian kekurangan dua ruang kelas, dan satu ruang kesenian. Mungkin saat itu pemerintah melihatnya dari segi prestasi. Makanya sekolah yang dijadikan SSN untuk wilayah Kecamatan Purwaharja yaitu SDN 1 Raharja,” ujarnya.
Lebih lanjut Neni mengatakan, seharusnya yang berhak menjadi SSN adalah SDN 1 Purwaharja, lantaran lokasinya luas dan fasilitas di sekolah tersebut juga sangat mendukung.
Namun, pada saat itu SDN 1 Purwaharja telah mendapat bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sehingga tidak mungkin mendapatkan bantuan lagi, dalam waktu yang bersamaan.
“Oleh karena itu, bantuan dari pusat diperuntukkan bagi sekolah kami. Dan bantuan yang diterima bukan berupa uang, melainkan berupa alat peraga untuk kebutuhan pembelajaran. Tapi baru satu kali bantuan saja, sampai sekarang belum menerima lagi,” tutur Neni.
Dia mengungkapkan, untuk lebih menunjang proses belajar mengajar, pihaknya juga membutuhkan laptop berikut infokus, karena bantuan alat peraga yang telah diterima berupa CD interaktif belum bisa digunakan.
Pihak sekolah telah mengajukan permohonan bantuan bagi kebutuhan tersebut, namun sampai sekarang belum terealisasi. Menurutnya, berdasarkan wacana bahwa bantuan akan diterima pada tahun 2011 mendatang.
Bangunan SDN 1 Raharja berdiri sejak tahun 1952, yang awalnya SDN 3 Purwaharja. Dan baru satu kali mendapat bantuan untuk rehab, serta pembuatan satu ruang perpustakaan, serta empat lokal WC, semua dana bersumber dari DAK.
Setelah menjadi sekolah standar nasional, setiap tahun jumlah murid selalu stabil di atas 200, dan saat ini jumlahnya mencapai 210 siswa. Sedangkan, tenaga pendidiknya 12 berikut kepala sekolah.
Menurut Neni, jumlah tenaga pendidik sebanyak itu sudah lengkap, semuanya menyandang gelar sarjana Strata 1 (S1). Bahkan, sekarang sudah mempunyai guru khusus untuk pelajaran bidang bahasa Inggris dan olah raga.
“Harapan saya setelah jadi SSN yaitu, ingin memajukan kwalitas SDM dari tenaga pendidik maupun siswa didik. Untuk itu, di sini selalu berusaha yang terbaik, sesuai visi kami, yaitu unggul dalam prestasi, berbudi pekerti luhur dengan dilandasi iman dan taqwa,” pungkasnya. (Eva)