Banjarsari, (harapanrakyat.com),- Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Pasawahan Kecamatan Banjarsari terpaksa harus belajar di ruangan yang beratapkan Deklit (tenda) dan berdindingkan bilik (anyaman dari Bambu).
Pasalnya, ruangan yang biasa mereka tempati untuk menimba ilmu, ambruk pada saat terjadi gempa bumi tahun ini. Hal itu disampaikan Badrudin,M.,Pd, Kepala SDN 2 Pasawahan, ketika ditemui HR, belum lama ini.
Robohnya ruangan belajar, menurut Badrudin, terjadi karena oleh kurang kokohnya bangunan fisik yang ada. Soalnya, bangunan tersebut masih menggunakan bahan bangunan tempo dulu (impres tahun 64).
Di samping itu, kontruksi bangunan belum menggunakan rangka besi. Ditambah lagi, usia bangunan yang sudah tua. Akibatnya, begitu terjadi gempa, bangunan menjadi ambruk dan hancur.
Kendati demikian, Badrudin mengaku tetap melaksanakan aktifitas belajar siswa seperti biasa. Selain itu, menurut dia, seandainya pemerintah memberikan bantuan kepada Sekolah hanya untuk perbaikan atau Rehabilitasi, akan sia-sia saja.
Sebab, 5 lokal ruangan kelas harus dibangun dari awal, karena pondasi yang digunakan saat ini tidak menggunakan rangka besi dan posisi tanah sedikit labil.
Kasubag Tata Usaha (TU) Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Banjarsari, Kartiwa, ketika ditemui HR, mengatakan, pihaknya merasa prihatin terhadap sekolah dengan kondisi sperti itu.
Dia menyebutkan, dari 63 bangunan SDN, berdasarkan hasil survei di lapangan, masih banyak bangunan sekolah yang kurang layak, atau sudah waktunya dilakukan Rehabilitasi
Lebih jauh, Kartiwa mengungkapkan, pihaknya sudah mengajukan perbaikan bagi SDN 2 Pasawahan kepada Dinas Pendidikan. semoga saja pada tahun anggaran 2011, perbaikan tersebut bisa terealisasi. (Koes)